- PASBATA Prabowo menolak wacana Polri di bawah kementerian karena dinilai melemahkan penegakan hukum dan stabilitas keamanan negara.
- Menurut Ketua Umum PASBATA, komando langsung Polri kepada Presiden adalah pilihan strategis demi respons cepat dan independen.
- Penempatan di bawah kementerian berisiko memperlambat perintah, memperpanjang birokrasi, serta menggerus profesionalisme Polri.
Suara.com - Relawan nasional Pasukan Bawah Tanah atau PASBATA Prabowo menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Gagasan tersebut dinilai berisiko melemahkan fungsi strategis Polri dalam penegakan hukum, menjaga stabilitas keamanan, serta menghambat kecepatan pengambilan keputusan nasional.
Ketua Umum PASBATA Prabowo, David Febrian menilai, penempatan Polri langsung di bawah Presiden merupakan pilihan konstitusional sekaligus strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Jalur komando langsung kepada Presiden menurutnya sangat krusial agar Polri dapat bertindak cepat, tegas, dan independen dalam menghadapi ancaman keamanan, kejahatan lintas sektor, serta dinamika nasional yang kian kompleks.
“Menempatkan Polri di bawah kementerian justru berisiko memperlambat perintah, memperpanjang birokrasi, dan membuka ruang tarik-menarik kepentingan politik sektoral. Ini dapat melemahkan respons negara terhadap ancaman keamanan,” jelas David kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
David juga menilai, di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks—mulai dari kejahatan siber, terorisme, konflik sosial, hingga kejahatan ekonomi—kecepatan komando dan kepastian hukum menjadi faktor penentu. Hubungan langsung antara Presiden dan Kapolri memungkinkan respons yang cepat, terkoordinasi, dan sejalan dengan kepentingan nasional.
Lebih jauh, PASBATA mengingatkan bahwa memasukkan Polri ke dalam struktur kementerian berpotensi menggerus independensi dan profesionalisme institusi kepolisian. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum
“PASBATA berdiri pada prinsip: hukum harus kuat, negara harus hadir, dan keamanan tidak boleh dikompromikan oleh eksperimen struktural yang tidak mendesak,” katanya.
Selain itu David juga menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, termasuk akademisi, tokoh hukum, dan masyarakat sipil, untuk bersama-sama menjaga marwah Polri sebagai institusi negara yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, demi kepastian hukum, stabilitas nasional, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca Juga: Survei CISA: 81,2 Persen Masyarakat Tolak Polri di Bawah Kementerian
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global