Suara.com - Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan fokus pada isu lapangan pekerjaan dan pemberdayaan UMKM selama lima bulan sisa masa kampanye di Pilpres 2019. Terkait itu, Sandiaga akan terus berkoordinasi dengan Prabowo membahas strategi di sisa masa kampanye.
"Sekarang kita akan fokus di lapangan pekerjaan, ini menjadi isu sentral. Dan lapangan pekerjaan narasi utama kita di beberapa minggu ke depan," kata Sandiaga di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).
Dalam waktu dekat, mantan Wagub DKI Jakarta ini akan meninjau hal yang berkaitan dengan perkembangan industri rumahan serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sandiaga menganggap industri rumahan dan UMKM bisa menyediakan lapangan pekerjaan.
"Di UMKM ini serap 97 persen lapangan pekerjaan. Di UMKM ini 60 persen PDB (Pendapatan Domestik Bruto) kita terkontribusi. Di UMKM ini kita lihat jumlah unit usaha hingga 99,9 persen," ujarnya.
Selain itu Sandiaga ingin melihat UMKM bisa menjadi rantai produksi untuk pariwisata hingga ekonomi kreatif.
"Saya akan lakukan pemetaan tadi diputuskan di sentra umum di pedesaan dan yang menjadi rantau produksi perusahaan besar. Kita pastikan UMKM jadi rantai produksi untuk pariwisata, kuliner dan ekonomi kreatif lain," katanya.
Sandiaga menyatakan akan berperan pada posisi striker atau akan turun langsung ke lapangan. Sedangkan Prabowo yang akan meramu ide-ide ekonomi yang bisa menjadi referensinya dalam Pilpres 2019.
Berita Terkait
-
Sandiaga: Mari Gunakan Perbedaan Untuk Membangun Indonesia
-
Jelang Pilpres, Panglima TNI Sebarkan Buku Panduan ke Prajurit
-
Jubir Jokowi - Ma'ruf: Guru Korupsi adalah Soeharto Eks Mertua Prabowo
-
Tampang Boyolali, Bawaslu Putuskan Prabowo Subianto Tak Bersalah
-
Alasan Prabowo Batal Berceramah di Muktamar Pemuda Muhammadiyah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka