Suara.com - Lelaki tua bernama Sarijan ditemukan tergeletak di jalan dengan berlumuran darah. Sarijan diduga dibunuh.
Pembunuhan itu terjadi di wilayah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Sarijan yang berusia 60 tahun diduga dibunuh, Sabtu (8/12/2018) malam.
Sarijan merupakan warga Dusun Mandeman Laok, Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Pembunuhan terjadi saat Sarijan pergi tahlilan ke salah satu rumah kerabatnya. Selang beberapa menit kemudian, anak Sarijan bernama Mukhlis mendapat telepon dari saudaranya. Dia mendengar kabar ada orang jatuh terkapar berlumuran darah yang tak lain adalah Sarijan.
Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihaknya minta maaf karena sementara ini masih belum bisa memberikan keterangan lebih rinci.
"Benar ada kejadian dugaan pembunuhan di wilayah Banyuates. Saat ini kami melakukan penyelidikan," ujarnya, Minggu (9/12/2018).
Dugaan peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di Dusun Tejateh, Desa Murbetoh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. (BeritaJatim.com)
Berita Terkait
-
Eka Dibunuh Lalu Diperkosa Fajar, Keluarga: Nyawa Dibayar Nyawa
-
Pembunuhan 31 Pekerja Trans Papua Diduga karena Tak Sengaja Potret OPM
-
Puluhan Pekerja Tewas Dibunuh, Pengerjaan Jalan Trans Papua Tersisa 154 KM
-
Daftar Nama 24 Pekerja Trans Papua yang Dibunuh Kelompok Bersenjata
-
Kesaksian Alimin Gwijangge Saat Puluhan Pekerja Trans Papua Dibunuh
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?
-
Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban
-
IHSG Terbang ke Level 6.500, Emiten Bakrie Melesat
-
Demi Piala Oscar 2027, Taiwan Tunjuk A Foggy Tale di Kategori Internasional
-
Mimpi Bandar Lampung Menyulap Kawasan Pesisir Menjadi Front City Kelas Dunia
-
Tarif Parkir Tegar Beriman Cibinong Bakal Dievaluasi, Kadishub Bogor: Menyesuaikan Kebutuhan Warga
-
Waspada Gempa Susulan! Warga Ngada Diimbau Tak Masuk ke Dalam Rumah
-
Dana JETP Rp333 Triliun Mandek, Airlangga Desak Proyek Energi Hijau Dikebut
-
Purnawirawan TNI Turun Gunung, Tambah Rp100 Juta untuk Sayembara Ijazah SMA Wapres Gibran
-
Lawan Vietnam di Final Piala AFF 2026, Pelatih Thailand Singgung Timnas Indonesia