Suara.com - Insiden pembunuhan puluhan pekerja Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua mewarnai pembangunan megaproyek jalan di daerah timur Indonesia itu. Dari informasi, setidaknya ada 24 pekerja yang tewas dibunuh.
Insiden pembunuhan para pekerja Jalan Trans Papua itu dilaporkan terjadi pada Minggu (2/12/2018). Dan saat ini, tim gabungan TNI-Polri tengah berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban.
Terkait pengerjaan Jalan Trans Papua, Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua, Oesman Marbun mengatakan, saat ini pengerjaan Jalan Trans Papua (dulu namanya Jalan Trans Irian) sudah mecapai 95 persen dan akan terbuka pada tahun 2019 nanti.
“Jadi kurang lebih dari 3.259 kilometer, sisa 154 kilometer lagi, dengan 10 segmen akan kami selesaikan dalam tahun depan,” katanya seperti diwartakan Kabarpapua.com, (Senin 3/12/2018).
Menurut Oesman, dengan ruas jalan Jayapura-Wamena sudah terbuka dan menembus delapan kabupaten ini, sementara sedang dalam penanganan, tapi antusiasme masyarkat cukup tinggi. Sehingga hampir setiap hari mobil yang naik dari arah Jayapura maupun Wamena terus berdatangan.
"Saat ini kami dalam tahap pengerjaan, dan kami hanya memberikan satu hari saja bagi mobil yang mengirim logistik ini untuk lewat, yakni hari Minggu. Sedangkan hari-hari lain kami pakai untuk bekerja, khususnya melayani rute Yalimo, Jayawijaya, Membaramo Tengah, Okbakma , Tolikara, Puncak Jaya, lanny jaya, ilaga dan Nduga," Oesman menjelaskan.
Oesman juga menyampaikan meski ditutup sepenuhnya dan menghimbau agar tidak dilewati dulu, tapi rupanya antusiasme masyarakat tak bisa dibendung lagi. Hal itu karena barang yang dikirim lewat darat itu lebih murah dibanding melalui udara.
“Sehingga mereka sangat antusias dengan itu, walapun menginap berhari-hari di perjalanan mereka rela menunggu. Akibat antusiasme itu maka kami berikan satu hari kita buka, yakni hanya hari Minggu dan hari Senin sampai Sabtu kami bekerja,” imbuh Oesman.
Baca Juga: Anggota DPRD Nduga: Penembak Pekerja Trans Papua Kelompok Egianus Kogoya
Berita Terkait
-
Anggota DPRD Nduga: Penembak Pekerja Trans Papua Kelompok Egianus Kogoya
-
Penembakan di Trans Papua, Polisi Siapkan Peti Mati dan Mobil Jenazah
-
Daftar Nama 24 Pekerja Trans Papua yang Dibunuh Kelompok Bersenjata
-
Kesaksian Alimin Gwijangge Saat Puluhan Pekerja Trans Papua Dibunuh
-
Penembakan di Trans Papua, Polisi Tak Bisa Mendekat ke Lokasi Kejadian
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Indonesia-Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Siapkan Penempatan Pekerja Migran Berkualitas
-
Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, Formula Mirip B50 agar E10 Jalan Mulus 2027
-
Buktikan Belum Ada yang Geser, Rossa Hipnotis 3 Ribu Penonton di Soul Concert VII
-
Respons Laporan Netizen Soal Toko Obat Ilegal, KDM Tegaskan Tak Takut Intervensi Backing
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Apakah Viva Whitening Cream Bisa Samarkan Flek Hitam? Cek Klaim Pengguna
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan