Suara.com - Aparat Brimob bersenjata lengkap disiagakan dalam proses rekonstruksi pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi di kawasan industri Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pantauan Suara.com, ketiga tersangka yakni M. Nurhadi, Sari dan rekan mereka Yudi tiba di lokasi pembuangan jasad Dufi sekitar pukul 12.00 WIB. Sejumlah aparat Brimob bersejata laras panjang pun dikerahkan untuk mengamankan lokasi rekonstruksi.
Di lokasi ini, tersangka M. Nurhadi dan Yudi memperagakan adegan saat mereka membuang jasad Dufi dalam drum di pinggir jalan. Sedangkan tersangka Sari, hanya duduk di dalam mobil Dufi.
Rekonstruksi di lokasi terakhir ini pun mengundang perhatian pengguna jalan yang penasaran ingin melihat. Arus lalulintas pun sempat terhambat karena banyak masyarakat yang mendekat ke lokasi.
"Jalan terus, jalan, bukan tontonan," ujar salah satu anggota Brimob, sambil mengatur arus lalu lintas di lokasi rekonstruksi, Senin (10/12/2018).
Terpisah, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky enggan berkomentar terkait proses rekonstruksi ini. Ia hanya mengarahkan para awak media untuk menanyakan perihal rekonstruksi ini ke Polda Jawa Barat.
"Punten, tidak ada statmen dari Polres. Langsung ke Polda aja Kang," singkat Dicky, saat dikonfirmasi.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: Rekonstruksi Kematian Dufi, Warga ke Pembunuh: Jelekin Warga Sini Aja Lu!
Berita Terkait
-
Rekonstruksi Kematian Dufi, Warga ke Pembunuh: Jelekin Warga Sini Aja Lu!
-
Dikawal Ketat Polisi, Tiga Tersangka Pembunuh Dufi Jalani Rekonstruksi
-
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Eks Wartawan Dufi
-
Wali Kota Minta Rp 15 Miliar untuk Pemulihan Bencana Puting Beliung Bogor
-
BMKG: Puting Beliung di Bogor Berkecepatan 50 Kilometer per Jam
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?