Suara.com - Tiga tersangka pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi hadir dalam rekonstruksi di Kampung Bubulak, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (10/12/2018). Ketiganya mengenakan baju tahanan berwarna orange.
Berdasarkan pantauan Suara.com, ketiga tersangka yakni M. Nurhadi, Sari, dan Yudi tiba di lokasi rekonsruksi sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan dikawal ketat aparat kepolisian, ketiganya pun digiring masuk ke dalam rumah kontrakan milik M. Nurhadi.
"Munduran ya rekan-rekan media. Jangan terlalu dekat," kata Kapolsek Klapanunggal, AKP Bimantoro Kurniawan, di lokasi.
Tidak terlihat reka adegan yang diperagakan para pelaku di dalam rumah saat mengeksekusi korban. Namun, beberapa saat kemudian kedua tersangka M. Nurhadi dan rekannya Yudi keluar melakukan adegan saat membawa drum plastik biru ke dalam mobil.
Polisi masih akan melanjutkannya ke lokasi pembuangan barang-barang korban di Cileungsi dan pembuangan jasad korban di Klapanunggal.
Seperti diketahui, eks wartawan bernama Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas dalam drum plastik berwarna biru di kawasan industri di wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (18/11/2018) lalu.
Dalam kasus tersebut, polisi telah mengamankan otak pembunuhan yakni M. Nurhadi dan istrinya Sari. Selain itu, polisi juga menangkap Yudi yang membantu kedua pelaku membuanh jasad Dufi.
Mereka dijerat Pasal 340 tentang pembunuhan berencana Sub Pasal 338 dan atau Pasal 365 ayat (3) subsider Pasal 363 dan atau Pasal 480 dengan ancamam hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: DKI Masuk Kota Toleransi Terendah, PKS Pertanyakan Laporan SETARA Institut
Berita Terkait
-
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Eks Wartawan Dufi
-
Wali Kota Minta Rp 15 Miliar untuk Pemulihan Bencana Puting Beliung Bogor
-
BMKG: Puting Beliung di Bogor Berkecepatan 50 Kilometer per Jam
-
Update Dampak Puting Beliung di Bogor, 1.697 Bangunan Rusak
-
Puting Beliung di Bogor, Rel Kereta Jadi Tempat Jemuran Kasur
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?