Suara.com - Amirul Falah mengaku sangat ketakutan saat terjadi hujan disertai angin kencang yang menyebabkan atap tempat menjual makanan di food court Rasuna Garden, Kuningan, Jakarta Selatan rusak parah. Pasalnya, fenonema hujan dan angin kencang tersebut sangat jarang sekali terjadi di Jakarta.
Dia pun menceritakan detik-detik para pengunjung rumah makan tersebut berhamburan saat hujan dan angin kencang itu merusak atas restoran. Namun, dia mengaku bersyukur kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.
"Tadi pas kejadian semuanya lari berhamburan mas. Langsung cari tempat neduh. Untungnya enggak ada yang kena luka-luka," kata Amirul ketika berbincang dengan Suara.com, Senin (10/12/2018).
Bahkan, dia sempat berpikir akibat insiden tersebut akan membuat masyarakat kapok kembali berkunjung ke food court.
"Iya sih sempat mikir ke situ juga (pengungjung bakal kapok). Takut jadi sepi," kata .
Pria yang berjualan makanan seblak ini berharap pihak pengelola segera memperbaiki pondasi bangunan agar dirinya bisa kembali berdatang.
Dari pantauan Suara.com di lokasi, terlihat aktivitas jual-beli makanan masih terjadi di food court. Hanya saja, tiga kios yang menjadi korban yakni Sate Ayam RSPP, Gultik dan tempat masak Rumah makan Sulawesi terlihat kosong.
Diketahui, rekaman video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan para pengunjung food court Rasuna Garden Foodstreet lari tunggang langgang akibat angin kencang saat terjadi hujan. Para pengunjung food court Rasuna Garden Foodstreet tersebut berlarian menuju tempat aman guna menghindar dari atap yang berterbangan.
Baca Juga: Top 3: Artis Dicecar Urusan Ranjang, Skak Mat karena Kagumi Aksi 812
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam