Suara.com - Merasa kurang memperoleh perhatian dari keluarga, seorang lelaki di Kota Kediri, Jawa Timur nekat mengambil jalan pintas.
Dia bunuh diri dengan cara kendat alias gantung diri di dapur. Perbuatan nekat ini dilakukan oleh Seger Mahfud (69).
Pelaku ditemukan sudah tak bernyawa di dapur rumahnya di Jalan Banaran Gang Baru Barat RT20/RW7 Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Senin (10/12/2018) subuh.
Peristiwa tersebut tidak ada yang tahu. Siti Hamidatul Isiliya (35) putrinya adalah orang yang pertama kali menemukan jasad ayahnya.
Sekitar pukul 04.00 WIB Siti bangun tidur. Dia langsung bergeges menuju ke kamar ayahnya yang tidak jauh dari kamar Siti.
Seperti hari biasanya, Siti bermaksud untuk membangunkan sang ayah guna menunaikan ibadah salat Subuh.
Ternyata pagi itu, Seger sudah tidak ada di kamar. Siti sempat berfikir ayahnya sudah bangun terlebih dahulu. Siti kemudian memanggil-manggil nama ayahnya. Ternyata, tidak ada jawaban dari pelaku. Siti kemudian mencari ke dapur.
Saat masuk dapur Siti terkejut. Sebab, ayahnya ternyata sudah meninggal dunia. Seger mati secara tidak wajar.
Dia kendat alias gantung diri di dapur. Lehernya terikat menggunakan seutas tali tampar yang dikaitkan pada blandar kayu. Spontan, Siti menjerit. Ia menangis sejadi-jadinya sambal meratapi kepergian ayahnya.
Baca Juga: Nikita Mirzani Getok Kepala Sajad Ukra Sehari Sebelum Nikah
Teriakan Siti membuat para tetangga terbangun. Mereka berdatangan ke rumah pelaku untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di rumah tersebut.
Oleh warga, seperti dilaporkan Beritajatim.com, kejadian itu lantas dilaporkan ke Ketua RT, dan diteruskan ke Polsek Pesantren. Sementara petugas dari kepolisian yang menerima laporan, kemudian melakukan olah TKP.
“Menurut keterangan saksi (anak pelaku ) pelaku mengalami sakit depresi. Dia merasa ketakutan dalam kurun waktu yang sudah lama. Pelaku merasa kurang mendapat perhatian dari keluarga,” kata Kasie Humas Polsek Pesantren Aiptu Sartono.
Polsek Pesantren yang menangani kasus ini berkoordinasi dengan Ident Polresta Kediri. Sesuai identifikasi, pelaku diduga meninggal dunia karena gantung diri dengan ciri-ciri lidah menjulur, air mani keluar namun tidak mengeluarkan kotoran dari anusnya.
Jenazah pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Sementara seutas tali tampar warna biru dengan panjang 60 sentimeter dalam keadaan sudah terputus.
Berita ini kali pertama diterbitkan Beritajatim.com dengan judul “Kurang Dapat Perhatian Keluarga, Warga Kediri Kendat di Dapur”
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah