Suara.com - Sebanyak 39.566 penduduk DKI Jakarta hingga kini belum melakukan perekaman KTP elektronik atau e-KTP. Warga yang belum memiliki e-KTP diminta untuk mendatangi kantor kelurahan dan melakukan perekaman.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Dhany Sukma mengatakan, sejak awal program e-KTP digulirkan hingga kini masih ada puluhan ribu penduduk yang belum melakukan perekaman.
"Berdasarkan sistem data base terdapat 39.566 jiwa yang belum merekam sejak awal ktp elektronik diberlakukan," kata Dhany saat dihubungi Suara.com, Jumat (14/12/2018).
Dari data yang dihimpun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, jumlah penduduk di DKI Jakarta tercatat ada sebanyak 10.344.018 jiwa. Adapun jumlah penduduk berusia diatas 17 tahun yang telah melakukan perekaman ada sebanyak 7.572.313 jiwa.
Hingga kini, Pemprov DKI sudah berusaha melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga. Namun, identitas puluhan ribu penduduk itu belum juga ditemui.
"Petugas kita telah melakukan penyisiran ke alamat masing-masing namun belum ditemukan," imbuh Dhany.
Dhany pun mengimbau kepada warga DKI yang telah berusia 17 tahun untuk melakukan perekaman e-KTP di kelurahan. Sehingga, warga tidak kehilangan hak pilihnya dalam Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 mendatang.
"Sudah ada pengumuman dari gubernur untuk melakukan perekaman bagi yang sudah berusia 17 tahun atau telah menikah segera melakukan perekaman ke tiap-tiap kelurahan," tandasnya.
Baca Juga: Susul Bupati Pakpak Bharat, Penyuap Remigo Jadi TSK
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat