Suara.com - Peristiwa kapal meledak bermuatan Bahan Bakar Minyak di perairan Sungai Musi tepatnya di dekat area Benteng Kuto Besak (BKB) dan Jembatan Ampera, PT Pertamina memastikan objek yang terbakar bukanlah fasilitas perusahaan.
Region Manager Communication dan CSR Sumbagsel PT Pertamina Regional Unit II Plaju, Rifky Rakhman Yusuf menyebut jika pihaknya masih menunggu kronologis lengkap terkait identifikasi lebih lanjut yang dilakukan tim Pertamina dan instansi terkait.
Menurutnya, informasi awal yang didapat pihaknya objek yang terbakar merupakan jukung atau kapal kayu Jasa Mulya. Kronologis sementara adalah jukung atau kapal kayu Jasa Mulya baru saja selesai melakukan pengisian bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBB) Sederhana Citra Bersama pada pukul 15.00 WIB.
Setelah melakukan pengisian sebanyak 2 kilo liter premium dan 2 kiloliter solar ke dalam drum, jukung atau kapal kayu Jasa Mulya mendapati kendala saat melakukan starter, dan ketika berhasil terjadi ledakan.
"Jadi kita pastikan itu fasilitas perusahaan (Pertamina)," katanya, di Palembang, Kamis (20/12/2018).
Diketahui, insiden ini melibatkan dua kapal jukung, antara Kapal Jukung Jasa Mulya yang mengangkut BBM dengan Kapal Jukung Sumber Agung. Tak lama, Kapal Jukung Sumber Agung merapat ke Kapal Jasa Mulya. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki sumber api yang memicu terjadinya ledakan di perairan Sungai Musi.
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
-
Kapal Meledak Dekat Jembatan Ampera, 1 Orang Masih Hilang di Sungai Musi
-
Kapal Meledak Dekat Jembatan Ampera, 7 Orang Jadi Korban
-
DUAARRR... Kapal Meledak di Dekat Jembatan Ampera Sungai Musi
-
Kartel Narkoba Selundupkan Sabu ke Jakarta di Speaker Mobil
-
Bayar PSK Pakai Uang yang Dicetak di Warnet, Haryadi Dibekuk
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?