Suara.com - Seorang balita bernama Muhammad Haffiz (5) tewas diduga karena kehabisan oksigen di dalam sebuah mobil Ford Fiesta berpelat nomor B 1174 GMC. Persitiwa nahas itu terjadi saat korban dan Bayu Firmansyah (4) terkunci di dalam mobil tersebut pada Kamis (20/12/2018) siang.
Beruntung, nyawa Bayu masih tertolong setelah dilarikan ke Rumah Sakit Tiara, Karawaci, Kota Tangerang.
Kusnadi, orang tua Bayu menyampaikan kejadian itu baru diketahui ketika anak dan keponakanya ditemukan sudah dalam kondisi pingsan di dalam mobil milik tetangganya.
“Anak saya pergi dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB dan baru ditemukan pukul 11.00 WIB di dalam mobil dengan kondisi kritis dengan badan sudah berwarna biru,” kata Kusnadi seperti diberitakan Bantenhits.com--jaringan Suara.com, Jumat, kemarin.
Melihat kondisi pingsan, Kusnadi kemudian langsung membawa kedua balita itu menuju rumah sakit. Namun, hanya Bayu yang nyawanya bisa tertolong, sedangkan Haffiz dinyatakan meninggal dunia.
“Saat tiba di rumah sakit, nyawa keponakan saya tidak bisa diselamatkan. Sementara anak saya Alhamdulillah masih tertolong,” ujarnya.
Kusnadi mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Pasalnya, nyawa keponakannya itu meninggal secara tragis.
“Ini buat pembelajaran. Tapi kami sangat terpukul dengan kejadian tersebut,” ujarnya.
Dari informasi didapat, mobil tersebut dalam keadaan rusak dan tidak bisa digunakan. Saat kejadian tersebut, mobil berwarna hitam itu tidak dalam keadaan terkunci, sehingga sering digunakan bermain oleh keduanya.
Baca Juga: Warga Merak Panik, Isu Anyer Diterjang Tsunami Diumumkan di Masjid
Kapolsek Karawaci Kompol Abdul Salim menjelaskan, pihaknya telah melakukan cek tempat kejadian perkara. Dari hasil sementara, korban meninggal diduga kekurangan oksigen.
“Dari hasil cek TKP, ditemukan kerusakan di tiga pintu mobil. Berdasarkan keterangan saksi pun mobil tersebut rusak dan sering tidak dikunci karena memang tidak dapat dijalankan,” ujarnya, Jumat 21 Desember 2018.
Sayangnya, kedua anak yang masih balita tidak dapat membuka pintu mobil hingga menyebabkan keduanya terkunci selama tiga jam dan kekurangan oksigen lantaran jendela yang tertutup rapat.
“Kemungkinan karena kedua anak masih balita, mereka tidak bisa membuka pintu untuk keluar sehingga bisa jadi kekurangan oksigen,” ujarnya.
Salim menambahkan, saat ini pihaknya masih memintai keterangan dan memeriksa saksi dan pemilik mobil.
“Barang bukti berupa mobil telah kami bawa ke Polsek Karawaci. Pemiliknya juga sedang kami mintai keterangan,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Teriakan Histeris Anak Pulang Kerja Ungkap Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh
-
Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?
-
Terbongkar! SP3 Kasus Nikel Konawe Utara 'Disimpan' 21 Hari oleh Pimpinan KPK Lama
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM