Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily menanggapi soal rencana kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk membentuk Kementerian Khusus Kebencanaan karena menganggap pemerintah saat ini tidak memiliki persiapan penuh untuk penanggulangan bencana alam.
Terkait rencana itu, Ace menyebut Prabowo - Sandiaga hanya menjadikan bencana alam sebagai alat politik untuk meraih simpati masyarakat. Sebab, kata dia, capres petahana Jokowi sudah melakukan langkah konkret untuk menghadapi bencana yang terjadi di Indonesia.
"Sementara, kubu sebelah (Prabowo - Sandiaga) terkesan politisasi bencana. Kami sudah berbuat yang terbaik untuk penanganan bencana, sementara kubu sebelah baru rencana," kata Ace di Jakarta, Selasa (1/1/2019).
Ace juga menyangkal pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyebut pemerintahan Presiden Jokowi tak sigap dalam penanganan bencana alam.
Mendengar hal tersebut, Ace menyebut kalau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan salah satu lembaga pemerintah yang khusus menangani bencana. Menurutnya, BNPB sangat responsif dan memberikan informasi terkini soal bencana alam kepada masyarakat.
"Selama ini, BNPB telah mampu bekerja dengan sigap, cepat, tanggap dan responsif terhadap penanganan bencana seperti yang terjadi di NTB, Palu dan terakhir tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung," ujarnya.
Kata Ace, penanggulangan bencana alam telah diatur dalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam UU tersebut, kata dia, disebutkan tentang adanya suatu badan khusus yang menangani bencana, yaitu BNPB yang berada langsung di bawah Presiden.
"BNPB mengkoordinasikan penanganan bencana dengan Basarnas, Kementerian Sosial, TNI, POLRI, BMKG, Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD, dan para relawan kebencanaan," kata Ace.
Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan jika apabila terpilih menjadi Presiden periode 2019-2024, tak dipungkiri Prabowo - Sandiaga akan membentuk kementerian yang khusus mengangani bencana.
Baca Juga: 26 Korban Longsor Cisolok Sukabumi Belum Ditemukan
Wacana itu digulirkan, kata Dahnil karena pemerintah saat itu tak becus menangani masalah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu bencana yang disoroti kubu Prabowo - Sandiaga, yakni gelombang tsunami di Selat Sunda yang menghancurkan sejumlah pesisir pantai di kawasan Banten dan Lampung Selatan.
"Jadi pada prinsipnya memang kita daerah bencana. Daerah yang rapuh terhadap bencana," kata Dahnil dalam acara bertajuk 'Refleksi Akhir Tahun' di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).
Berita Terkait
-
Sebut 2019 Banyak Bencana Alam, Peramal Ini Diminta Netizen Kerja di BMKG
-
Contoh Rusia, Prabowo Kalau Menang Pilpres Mau Bikin Kementerian Bencana
-
Akhir Tahun 2018, Kubu Prabowo - Sandiaga Curhat soal Serangan Fitnah
-
BNPB: Zaman Jokowi 9.957 Bencana Terjadi dan 6.170 Orang Meninggal Dunia
-
Kubu Prabowo Sepakat Moderator Debat Capres - Cawapres Diusulkan dari Media
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan