Suara.com - Letnan Jenderal Doni Monardo, bakal langsung memunyai sejumlah pekerjaan berat setelah dilantik Presiden Jokowi menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, menggantikan Willem Rampangilei, di Istana Negara, Rabu (2/1/2019) besok.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengakui, tak mudah mengemban rugas sebagai kepala BNPB. Sebab, bencana itu merupakan peristiwa kompleks. Apalagi Indonesia berada di daerah lingkaran gunung berapi.
"Bencana adalah keniscayaan. Pasti terjadi bencana setiap tahunnya, rata-rata hampir 2.500 kejadian bencana setiap tahun. Apalagi budaya sadar bencana dan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemda masih rendah. Jutaan masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan bencana dengan kemampuan mitigasi yang masih minim. Untuk itu perlu dukungan semua pihak termasuk unsur pemerintah pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha," kata Sutopo, Selasa (1/1/2018).
Sutopo menyebut, banyak tugas-tugas yang harus diselesaikan kepala BNPB yang baru seperti relokasi dan penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara.
Selain itu, tugas berat lain juga adalah merehabilitasi dan merekonstruksi Nusa Tenggara Barat pascagempa.
Hal yang sama juga perlu dilakukan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah setelah diguncang gempa dan diterpa tsunami.
Tak hanya itu, penanganan darurat dan pascabencana tsunami Selat Sunda, meningkatkan mitigasi bencana dan pengurangan risiko bencana, juga menjadi tugas utama.
"Jadi bukan darurat saja, tapi juga pra-bencana dan pascabencana. Semoga bencana dapat diatasi lebih baik. Masyarakat makin tangguh menghadapi bencana," tutur dia.
Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Jokowi Johan Budi Sapto Pribowo membenarkan, Doni Monardo akan dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BNPB esok hari.
Baca Juga: Tak Lagi Berseragam Persija, Gunawan: Berat Buat Saya
"Benar, Pak Doni Monardo yang menggantikannya. Dia menjadi Kepala BNPB,” kata Johan Budi SP ketika dikonfirmasi Suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup