News / Metropolitan
Selasa, 01 Januari 2019 | 11:51 WIB
Puluhan rumah yang berada di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tertimbun longsor. (Dok. Forum SAR Daerah Kabupaten Sukabumi)

Suara.com - Korban tewas akibat bencana longsor yang terjadi di Dusun Garehong, Desa Sinaresmi, Sukabumi Jawa Barat bertambah menjadi lima orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data terakhir pada Selasa (1/1/2019) pukul 10.00 WIB, petugas menemukan tiga korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Menurutnya, tiga korban baru itu terdiri dari dua orang dewasa (satu laki-laki dan satu perempuan) dan satu bayi. Terkait evakuasi yang dilakukan pada Senin (31/12/2018) kemarin, ada dua jenazah yang ditemukan petugas di lokasi longsor.

"Pada hari ini hingga pukul 10.00 WIB ditemukan 3 korban meninggal dunia yaitu satu orang laki-laki, satu orang perempuan dan satu orang bayi. Sebelumnya, pada Senin (31/12/2018) malam ditemukan 2 orang korban dalam meninggal dunia di mana satu laki-laki dan satu perempuan, sehingga total korban meninggal hingga saat ini 5 orang," ucap Sutopo di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Sutopo menambahkan, dari data evakuasi terkini, petugas berhasil menyelamatkan tiga korban dengan kondisi luka-luka. Sejauh ini, total korban yang selamat ada sebanyak 61 orang. Sedangkan, 38 korban lainnya masih dinyatakan hilang pascalongsor yang terjadi kemarin.

Sutopo mengatakan, tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor. Pencarian masih dilakukan secara manual karena alat berat sulit didatangkan di lokasi bencana.

"Tiga alat berat sudah disiapkan namun masih sulit didatangkan ke lokasi karena akses jalan yang sempit, berbukit dan medannya berat," jelasnya.

Load More