Suara.com - Kali Sentiong yang terletak di balik wisma atltet Kemayoran, Jakarta Pusat, sudah tidak dipasangi waring atau jaring berwarna hitam penghalang bau. Jaring yang awalnya dipasang selama perhelatan Asian Games ini sudah dilepas sejak November 2018.
Pelapasan jaring tersebut membutuhkan waktu selama satu bulan. Hal itu dibenarkan salah satu operator Kali Sunter Selatan dari Badan Air DKI Jakarta, Tian saat ditemui Suara.com.
"Pelepasan sudah berjalan dari November sampai Desember," ujar Tian saat ditemui di lokasi, Rabu (2/1/2018).
Menurutnya, petugas hanya menjalankan tugas dari atasan untuk melepaskan jaring tersebut. Tian mengatakan, salah satu alasan melepas jaring tersebut adalah banyak warga yang membuang sampah ke atas jaring. Petugas pun kesulitan membersihkan sampah warga tersebut.
"Kalau sampahnya jatuh ke kali kan masih bisa dibersihkan petugas UPK Badan Air," terangnya.
Untuk diketahui, awalnya jaring tersebut diperuntukan untuk menahan bau tidak sedap di sepanjang kali yang akrab dikenal kali Item ini. Fungsi jaring sebagai penghambat sinar matahari supaya bau di permukaan kali tidak menguap.
Pemerintah berusaha meminimalisir bau selama pagelaran Asian Games berlangsung pada tahun lalu. Hal ini dilakukan Pemprov DKI untuk memberikan rasa nyaman kepada atlet yang bermalam di wisma atlet Kemayoran.
Berdasarkan pantauan Suara.com pukul 10.00 WIB, bau tidak sedap masih santar tercium disepanjang kali. Bahkan pasca jaring dilepas, bau tidak enak tersebut makin kuat tercium.
Baca Juga: Ratusan Narapidana di Aceh Kabur saat Adzan, 1 Orang Ditemukan Tewas
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki