Suara.com - Fenomena munculnya busa di Kali Item disebut kerap muncul saat musim kemarau. Sebab, air yang dipompa di Danau Sunter mengandung limbah masyarakat.
Menurut operator Kali Sunter Selatan dari Badan Air DKI Jakarta, Tian, jika di musim hujan, kandungan limbah di Danau Sunter tidak sebanyak di musim kemarau. Jika air dengan kandungan limbah tinggi dipompa, maka buih busa akan dengan cepat muncul di permukaan air.
"Biasanya terjadinya di musim kemarau. Karena kebanyakan yang kita pompa air limbah. Cuman kan sekarang jatuhnya musim hujan, tapi memang hujannya agak jarang," ujar Tian saat ditemui di Danau Sunter, Rabu (2/1/2019).
Menurut dia, di setiap musim, air di Danau Sunter dipompa sesuai SOP. Pemompaan itu untuk mengantisipasi adanya luapan air akibat hujan.
"Kalau musim hujan air sudah sampai +30 pasti dipompa. Kalau musim panas dan musim hujan SOP-nya beda. Ini kan musim hujan tapi lagi jarang hujan. Kita berlakukan SOP +30, kita pompa untuk mengantisipasi banjir. Siapa tahu malammya hujan kan kita sudah siap," ujarnya menjelaskan.
Bagi Tian, fenomena munculnya busa di Kali Item sudah menjadi hal biasa. Busa biasanya akan muncul jika mesin pompa digunakan untuk menyedot air yang ada di Sunter Selatan ke Kali Item.
Nantinya, busa tersebut akan hilang dengan sendirinya. Busa akan hilang beberapa saat setelah mesin pompa dimatikan.
"Yang saya tahu busa akan hilang sendiri. Mungkin karena ketiup angin. Atau mungkin dibawa ke laut karena ini (Kali Item) alirannya ke laut ya," ujarnya lagi.
Baca Juga: Media Asing Soroti Kebijakan soal Paspor Rusak di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara