Suara.com - Tim terpadu penanggulangan bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menutup masa tanggap darurat bencana pada Minggu (6/1/2018). Sebelumnya tanggap darurat dilakukan selama 7 hari.
Di hari terakhir tanggap darurat bencana ditemukan satu korban lagi sehingga totalnya sebayak 32 korban meninggal dunia. Namun, satu korban lagi tidak ditemukan atas nama Ruhesih, tapi pihak keluarga sudah mengiklaskan sehingga tidak dilakukan pencarian susulan.
"Sesuai prosedur masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari. Sehingga di hari ketujuh terhitung sejak 31 Desember tidak diperpanjang," kata Danrem 061/Suryakencana Kolonel (Inf) M Hasan di lokasi bencana Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Minggu sore.
Selanjutnya, setelah masa tanggap darurat bencana ini berakhir maka seluruh potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan atau instansinya masing-masing.
Setelah itu, tim terpadu menyerahkan seluruh penanggulangan bencana kepada panitia lokal di sini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi. Lanjut dia, operasi kemanusiaan yang dilakukan ribuan relawan dari berbagai instansi sangat sukses karena hanya dalam satu pekan pencarian dan evakuasi 97 korban hilanh tertimbun longsor ditemukan. Biasanya di daerah lain tidak seperti ini.
"Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat baik anggota TNI, Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, Sarda dan potensi SAR lainnya," tambahnya.
Hasan mengatakan dengan ditutupnya operasi kemanisiaan ini maka aktivitas pencarian dan evakuasi sudah tidak dilakukan lagi, tetapi lebib fokus terhadap pemberian bantuan kepada korban selamat dan ahli waris. (Antara)
Berita Terkait
-
Cucunya Selamat karena Mengaji, Suhen: 10 Detik Beranjak, Kampungnya Rata
-
Pencarian Korban Longsor Sukabumi Terkendala Cuaca
-
Sempat Terganggu Longsor, Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi Kembali Normal
-
Fokus di Empat Sektor, Basarnas Cari 15 Korban Longsor Sukabumi
-
Awas Ada 67 Titik Rawan Longsor dan Banjir di Jalur KRL Bogor - Sukabumi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan