Suara.com - Kepedulian untuk korban bencana maupun para relawan di lokasi bencana dapat berbentuk apapun. Seperti halnya yang dilakukan Santri Tanggap Bencana Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (Santana SPMMA) yang memberikan 500 porsi soto Lamongan dan jus buah untuk para relawan di lokasi bencana.
"Soto Lamongan sengaja dipilih sebagai menu makan sore untuk mengasupi gizi para penyintas serta nutrisi relawan yang telah bekerja keras. Sebelumnya, kami juga sudah membagikan ratusan cup jus buah kepada para relawan penanggulangan bencana di sini," ujar Gus Naim Pembina Santana SPMAA.
Menurut Gus Naim, bantuan berupa suplemen makanan bagi survivor dan relawan ini memang disiapkan khusus untuk operasi kemanusiaan di Banten.
"Kami ingin memberikan terobosan baru dalam pelayanan distribusi makanan bagi penyintas dan relawan, terutama dalam pengemasan serta penyajian. Sekaligus ini kampanye edukasi tentang potensi Lamongan, tempat markas pusat Santana SPMAA berada," jelasnya.
Gus Naim menjelaskan, untuk membuat 500 porsi soto Lamongan, pihaknya dibantu empat orang juru masak khusus dari ibu-ibu Santana yang didatangkan langsung dari SPMAA Pusat Lamongan.
Menu soto Lamongan ala Santana ini dikemas segar dengan kuah berempah dan koya sebagai khasnya.
"Dalam operasi kemanusiaan dan bhakti kerelawanan penanggulangan bencana (gulben) Selat Sunda Banten ini, Santana SPMAA mengirimkan 20 personel dan dibantu tujuh armada Tim Transantana," ujar Gus Naim.
Berita ini sebelumnya dimuat Kabarnusa.com jaringan Suara.com dengan judul "SANTANA SPMAA Bagikan Jus Buah dan Soto Lamongan untuk Relawan di Banten"
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis