Suara.com - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Merah Mata Palembang, Sumatera Selatan ditemukan tewas tergantung di sel tahanan, Sabtu (12/1/2018).
Identitas napi tersebut yakni Adithia Adha (29) tahanan kasus narkoba yang sudah menjalani masa tahanan di penjara selama dua tahun.
Jasad warga Perum Mekarsari, Jalan Palembang - Betung KM18 Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ini diketahui pertama kali rekan sesama penghuni sel sekitar pukul 06.30 WIB.
Saat ditemukan, posisi jasad korban tergantung tali tambang plastik warna biru yang menjerat di lehernya.
Para penghuni sel pun histeris dan segera memanggil sipir. Sipir yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melapor ke Polsek Sako Palembang.
Kapolsek Sako Komisaris Yudha mengatakan, usai mendapatkan laporan, pihaknya segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP.
"Kita juga sudah memeriksa beberapa saksi yang merupakan teman satu sel korban. Dari keterangan mereka saat bangun tidur, posisi korban sudah tergantung. Kita sudah olah TKP dan segera mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Palembang untuk visum," ujar Yudha.
Saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus ini. Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban serta sipir lapas untuk mengetahui motif dari kejadian ini.
Sementara itu, Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Komisaris Polisi dr Mansuri mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Baca Juga: Bocoran Nama 6 Artis Prostitusi Online Jaringan Mucikari Vanessa Angel
"Tidak ada luka akibat penganiayaan, namun ada bekas luka jeratan di lehernya. Perkiraan waktu kematian di bawah 12 jam sebelum ditemukan. Bisa dipastikan korban memang bunuh diri," pungkasnya.
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum