Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yakin argumentasi Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal korupsi tidak akan menurunkan angka konstituen masyarakat. Pada saat debat, Prabowo menyebut uang yang dikorupsi oleh para eks naparapidana kasus korupsi dari partainya tidak seberapa.
Sandiaga meluruskan maksud dari ucapan Prabowo soal kader Gerindra yang menjadi napi koruptor. Menurutnya, perkataan Prabowo tersebut merupakan perbandingan dengan korupsi uang negara hingga mencapai triliunan dan memberikan dampak langsung kepada kehidupan masyarakat.
"Oh enggak, Pak Prabowo bilang hukum harus ditegakan, tapi kalau korupsi yang disampaikan Pak Prabowo dibandingkan korupsi triliunan yang menghantam hajat hidup orang banyak seperti korupsi yang mengakibatkan harga-harga bahan pokok menjulang tinggi," kata Sandiaga di kawasan Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/1/2019).
Sebagai pendamping Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2019, Sandiaga justru mendukung dengan berbagai argumentasi Prabowo saat ditanya persoalan korupsi di Indonesia. Sandiaga berharap masyarakat bisa memahami pernyataaan dari Prabowo saat debat pertama yang digelar di Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019) malam.
Dengan mengedepankan isu-isu ekonomi dan kesejahteraan rakyat, Sandiaga meyakini kalau akar korupsi berasal dari masalah kesejahteraan rakyat. Apabila kondisi kesejahteraan masyarakat sudah bisa diperbaiki, tentu korupsi pun dapat mudah diberantas.
Jadi, apabila dirinya serta Prabowo terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, hukum dalam pemberantasan korupsi bisa diberlakukan secara adil. Bagi orang-orang yang terpaksa mencuri karena susahnya mencari nafkah bisa diberikan hukum sosial sedangkan bagi para orang-orang yang hidupnya sudah layak namun tetap melakukan korupsi, maka tidak ada pengecualian selain diberikan hukum yang seberat-beratnya.
"Jadi itu yang kita angkat dari diskusi semalam dan masyarakat bisa menanggapi secara positif, bahwa akar permasalahan korupsi adalah kesejahteraan, utamanya itu," ujarnya.
"Kalau kesejahteraan kita perbaiki, dan masyarakat sudah mendapat penghasilan yang cukup, terus melakukan korup, baru kita hukum seberat-beratnya, sesuai dengan hukum tentu," pungkasnya.
Baca Juga: Malam Tadi Debat Terorisme, Siangnya Jokowi Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir
Berita Terkait
-
Pasif di Debat, BPN: Topik ke Depan Makin Ruwet, Maruf Makin Diam
-
Jubir TKN: Ma'ruf Amin Jadi Bintang di Debat Pilpres Perdana
-
Prabowo Ungkit Luas Jateng di Debat, BPN: Itu Majas Hiperbola
-
Penampilan Debatnya Dikritik, Sudirman Said: Prabowo Kurang Garang
-
Jokowi Singgung Eks Koruptor Gerindra, BPN: Katanya Tak Menyerang Personal?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!