Suara.com - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik menilai, Capres nomor urut 01 Jokowi kekurangan bahan dalam debat capres, Kamis (17/1) malam.
Hal itu respons Taufik setelah Jokowi dalam arena debat menyinggung banyaknya caleg Partai Gerindra dari kalangan eks koruptor.
Taufik sendiri adalah mantan koruptor yang menjadi caleg Gerindra. Ia mengorupsi dana pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004 dengan merugikan negara besar Rp 488 juta.
Ia yang saat ini menduduki kursi jabatan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, kembali mendaftarkan diri sebagai caleg DPRD setempat.
"Pak Jokowi kurang paham. Dia enggak punya bahan (debat) itu. Makanya kalau kurang bahan jangan begitulah," kata Taufik, Jumat (18/1/2019).
Taufik menilai, Jokowi tidak konsisten terhadap ucapannya. Sebab, eks koruptor yang menjadi caleg tidak disalahkan menurut undang-undang yang ada. Padahal, undang-undang itu ditandatangani langsung oleh Jokowi.
"Dia enggak konsisten. Kan dia yang bilang bahwa selama tidak dilarang undang-undang sah itu. Pak Jokowi mestinya menghormati itu keputusan MA," ungkap Taufik.
Taufik sendiri mengakui tidak merasa tersindir atas tudingan Jokowi. "Biasa saja saya. Bagaimana mau terserang, kan saya enggak dilarang jadi caleg.”
Baca Juga: Concave, Sepatu Bola Asal Inggris Kini Hadir di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan
-
Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan
-
Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor