Suara.com - Tiga calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah menjalani fit and proper test dari tim panelis PKS dan Gerindra. Ketiganya adalah Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi.
Ketua DPW PKS Syakir Purnomo mengatakan tes kelayakan ini penting dilakukan dan sesuai keputusan dari rapat bersama antara PKS dan Gerindra pada 5 November 2018 lalu. Hasil dari tes ini akan mengurucutkan ke dua nama cawagub DKI.
"Kami menghargai kesepakatan PKS dan Gerindra pada rapat bersama tanggal 5 November 2018, itu disepakati bahwa akan dilaksanakan fit and proper test," kata Syakir di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (23/1/2019).
Syakir berharap tim panelis bisa memilih dua nama terbaik untuk menjadi bahan rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Dengan tes ini akan didapatkan diantara kader terbaik yang paling baik untuk Jakarta, jadi ini penting, kita serius menangani, InsyaAllah, kita juga sudah memahamilah siapa beliau-beliau," jelas Syakir.
Untuk diketahui, tim panelis terdiri dari 4 orang. Mereka akan menguji kualitas integritas dan rekam jejak ketiga cawagub DKI pengganti Sandiaga Uno.
Salah satu panelis yang juga Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarief mengatakan tim panelis akan melakukan tes dengan metode kualitatif lewat wawancara, tanya pendapat masyarakat dan diskusi dengan Anies Baswedan.
"Penilaian tidak ada skor tapi bersifat kualitatif, nanti diserahkan kepada partai, partai akan memutuskan, dari 3 nama ini, 2 yang mana, tidak ada yang gagal, panelis tidak akan mengatakan gagal atau lolos dan tidak lolos, yang mengatakan pimpinan partai setelah mendapat bahan dari panelis. Bisa nanti ada strong recommended dan minor recommended," jelas Syarief.
Ketiga cawagub akan diuji oleh empat panelis, yakni Eko Prasojo (Mantan Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Ubedillah Badrun (Dosen UNJ), Siti Zuhro (Peneliti Senior LIPI) dan Syarief (Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta).
Baca Juga: Polisi Memburu 3 Orang Biang Kerok Kerusuhan PKL Tanah Abang
Tim panelis menargetkan proses tes kelayakan ini akan rampung pada 11 Februari 2019, hasil dari tes ini akan diserahkan ke Gubernur Anies Baswedan dan DPRD DKI Jakarta sebagai bahan pertimbangan.
Berita Terkait
-
Pengganti Sandiaga di Wagub DKI Harus Berintegritas dan Bersih Rekam Jejak
-
Gerindra dan PKS Diminta Cepat Usulkan Pengganti Sandiaga untuk Wagub DKI
-
Wagub DKI Belum Ada, Ketua DPRD Jakarta: Kasihan Pak Anies
-
PKS Kenalkan 3 Kandidat Cawagub DKI ke Demokrat dan PAN
-
Caleg PKS Dipenjara 10 Hari karena Kampanye Bagi-bagi Bingkisan Mie Instan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir