Suara.com - Keberadaan perempuan bernama Jamaliah (30) akhirnya terendus polisi setelah mengubah nama aslinya selama enam bulan buron. Jamaliah nekat membunuh pedagang es campur, Jajuli (34) yang merupakan suaminya sendiri. Dalam aksi pembunuhan itu, Jamaliah bahkan bersekongkol dengan kekasih gelapnya bernama Musliadi alias Adi.
Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah menyampaikan, selama pelariannya itu, Jamaliah menggunakan nama Novi, yang tak lain adalah nama depan anaknya sendiri.
"Dalam pelariannya ke Banda Aceh, dia berganti nama menjadi Novi. Sebenarnya bukan hanya saat itu dia (Jamaliah) memakai nama Novi, sebelumnya dia juga sering memperkenalkan dirinya sebagai Novi. Bahkan akun medsos Facebook milik Jamaliah juga bernama Novinda P****, itu nama anaknya,” kata Rezki seperti diberitakan Portalsatu.com--jaringan Suara.com, Jumat (25/1/2019).
Meski berkilah tak terlibat, polisi punya bukti kuat untuk memenjarakan ibu muda tersebut. Salah satunya adalah hubungan khusus antara Jamaliah dengan Adi.
"Sejak awal kita tangkap hingga saat ini, tersangka Jamaliah tidak mengakui keterlibatannya. Dia terus membantah dan bersikukuh tidak terlibat atas pembunuhan suaminya, dia juga tidak mengakui memiliki hubungan spesial dengan tersangka Adi," kata dia.
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin mengatakan, tersangka Adi mengaku awalnya mengenal Jamaliah dari jejaring sosial Facebook, yang kemudian berlanjut pertemuan saat lebaran Idul Adha 2018.
"Selanjutnya terjalinlah hubungan asmara. Jamaliah sering curhat mengenai hubungan rumah tangganya dengan korban, bahkan dia mengaku sering dimarahi korban. Adi itu warga Gampong Matang Panyang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara," kata Rizkian.
Dari hubungan gelapnya itu, muncul niat Jammilah untuk menghabisi nyawa suaminya sendiri. Setelah asmara keduanya terjalin, akhirnya Jammilah pun merancang pembunuhan dengan menyuruh lelaki selingkuhannya itu.
"Jumat, 14 September 2018 pukul 19.00 WIB, Jamaliah menghubungi Adi untuk meminta pembuktian terkait rencana menghabisi nyawa korban. Berlanjut pukul 23.00 WIB, Adi meminta saksi ES mengantarnya ke rumah korban dengan menggunakan sepeda motor Scoopy. Setelah mengantar Adi, saksi ES langsung pulang. Kemudian, Adi dan Jamaliah saling berkomunikasi via handphone hingga akhirnya terjadilah pembunuhan tersebut,” kata dia.
Baca Juga: Melayat Eka Tjipta, Sandiaga Singgung Penciptaan Lapangan Kerja
Dalam perkara itu, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu sebilah parang yang digunakan untuk menggorok leher korban, satu handphone ASUS warna putih dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan saksi untuk mengantar tersangka ke rumah korban.
"Handphone ASUS milik tersangka Jamaliah (istri korban) itu akan kita kirim ke forensik untuk memperjelas semua data percakapan antara kedua tersangka yang telah dihapus. Berdasarkan keterangan dari Adi, motif pembunuhan itu terjadi karena Jamaliah mencintai Adi hingga ada niatan untuk menikah setelah pembunuhan dan menguasai harta korban. Adi mengaku sudah pernah melakukan hubungan badan dengan Jamaliah," terangnya.
Saat dihadirkan dalam rilis kasus pembunuhan Jajuli pada Kamis (24/1/2019), Adi pun akhirnya mengakui jatuh cinta saat mengenal Jamaliah. Bak nasi sudah menjadi bubur, Adi baru mengaku khilaf lantaran terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap Jajuli.
"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, inilah yang bisa saya katakan. Saya khilaf. Saya menjalin hubungan dengan istri korban sekitar dua minggu (sebelum kejadian) dan kami berencana menikah. Saya sudah memiliki istri dan dua anak. Saya tertarik dengannya pada pandangan pertama,” ungkap Adi.
Menurut Adi, Jamaliah pun melihat langsung ketika dirinya menggorok leher Jajuli dengan menggunakan sebilah parang. "Dia (Jamaliah) ikut melihat, tapi tidak ikut membantu,” ucap Adi. Sumber: Portalsatu.com
Berita Terkait
-
Wajah dan Identitas 3 Buronan Pengeroyok Anggota TNI di Cibubur
-
Pria Ini Minta Uangnya Kembali dari Mantan Selingkuhan, Kok Gitu?
-
Kabur Usai Bakar Istri, Abdul Arham Dihadiahi Timah Panas di Kaki
-
Buron Naik Kapal, Pemerkosa Gadis di Marauke Akhirnya Dibekuk
-
Satu Tersangka KPK Terkait Kasus Suap DPRD Kalteng Masih Buron
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Bukan Mediator! Eks Wamenlu Dorong Prabowo Kirim Surat ke Trump, Tunda Pasukan TNI ke Gaza
-
Irak Ikut Terseret dalam Konflik Iran-AS-Israel, Tegaskan Tutup Wilayah Udara
-
Adian Napitupulu Kecam Agresi AS-Israel ke Iran: Board of Peace atau Board of War?
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara