Suara.com - Terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang ITE resmi ditahan sesuai menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Kota Depok, Jumat (1/2/2019) malam. Terkait proses eksekusi ini, Buni Yani dibawa kejaksaan ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
Terkait penahanan itu, Buni Yani mengakui akan tetap mengikuti proses hukum sesuai putusan yang ditetapkan Mahkamah Agung.
"Saya ikuti proses hukum yang berlaku. Hari ini saya datang dan sekarang akan jalan ke Gunung Sindur, Kabupaten Bogor (Lapas)," ucap Buni, dengan senyum mengembang di depan kantor Kejari Depok.
Sebelum digelandang masuk ke mobil tahanan Kejari Kota Depok, Buni Yani sempat menunjukkan pose dua jari ke awak media, sambil menyatakan ungkapan 2019 ganti Presiden. "2019 ganti presiden," tandasnya.
Tepat pukul 20.43 WIB, Buni Yani dituntun petugas masuk ke dalam mobil tahanan Kejari Kota Depok dengan plat nomor B 7012 ZPA. Terlihat sejumlah personel kepolisian berseragam dan bersenjata lengkap masuk ke dalam mobil tersebut.
Kontributor : Dwi Morison
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan