Suara.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengaku telah berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia saat pertama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia tahun 2014. Hampir 80 persen daerah di Indonesia menurutnya tidak fokus terhadap anggaran pembangunan.
Terkait itu, Jokowi langsung mengambil kebijakan seluruh anggaran difokuskan pada pembangunan, yakni pembangunan infrastruktur.
"Di 2014 itu 80 persen daerah gunakan anggaran diecer-ecer, tidak fokus. Kalau kita ecer-ecer anggaran, hasilnya apa? Baunya saja ndak kelihatan," kata Jokowi, dihadapan ribuan anggota Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah, di Hotel MG Setos Semarang, Sabtu (2/2/2019).
Karenanya, di 2014 Jokowi langsung memutuskan konsentrasi pada satu pembangunan, yakni pembangunan infrastruktur mulai dari jalan tol, bandara, dan pelabuhan.
"Kalau konsentrasi, tak diecer-ecer (anggaran), ceknya gampang, anggaran bisa ditentukan dan kelihatan," ucap Jokowi.
Pembangunan infrastruktur, kata Jokowi, harus maksimal dan bisa dicontoh oleh negara lain.
"Sejak tahun 1978 kita bangun Tol Jagorawi sepanjang 50 kilometer itu sampai Malaysia, Vietnam, Thailand, bahkan Tiongkok sampai belajar dari kita bagaimana prosesnya, manajemennya," tutur Jokowi.
Berjalannya waktu, lanjut Jokowi, di 2014 atau rentang waktu 40 tahun Indonesia hanya mampu membuat 780 kilometer jalan tol. Kalah dengan Tiongkok yang mampu membuat sepanjang 280 ribu kilometer pasca mempelajari manajemen tol dari Indonesia.
"2014 mampu 780 kilometer, 2014 sampai 2018 kita mampu 782 kilometer, akhir tahun ini hitungan kita bisa 1854 kilometer dan ini masih lambat sekali, karena Tiongkok saja sudah mampu 280 ribu kilometer," tandas Jokowi.
Baca Juga: Diperintah Kapolres Lumajang, Tim Cobra Tak Segan Tembak Pelaku Kejahatan
Oleh karena itu, maka pembangunan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, dan Trans Papua menjadi kunci sukses dalam pembangunan. Dimana akan mempercepat akses mobilitas orang dan barang.
"Kalau dulu negara besar bisa mengalahkan negara kecil, sekarang tidak lagi berlaku, sekarang negara yang cepat mengalahkan negara yang lambat. Tol itu akan mempercepat akses orang dan barang, itu kuncinya dalam bersaing," terang Jokowi.
Usai infrastruktur jalan, fokus Jokowi berikutnya adalah pada pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran.
"Kita ingin kualitas intelektualitas kita gradenya lebih tinggi secara cepat. Begitu infrastruktur di bangun dan SDM dibangun dengan betul maka bersaing akan memudahkan kita," tukas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Kontributor : Adam Iyasa
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi: Bubar dan Punah Sendiri Saja, Jangan Ajak Rakyat Indonesia!
-
Jika Dilaporkan Kubu Prabowo, Jokowi Akan Suruh Jan Ethes Datang ke Bawaslu
-
Temui Pendukung, Jokowi Disebut Cak dari Alumni Perguruan Tinggi Jatim
-
Jokowi Ingin Sistem Peringatan Dini Bencana Indonesia Layaknya Jepang
-
Mbah Moen Doakan Prabowo di Samping Jokowi, Apa Kata Amien Rais?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade