Suara.com - Komandan Resor Militer (Danrem) 061/Suryakencana, Kolonel Infanteri Nofy Helmy Prasetya menyebut, granat yang meledak dan menewaskan dua anak di Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berkaliber 40 mm.
Granat yang menewaskan Muhammad Mubarok dan Muhammad Doni tersebut tertinggal oleh personel yang sebelumnya melakukan sesi latihan di area Lapangan Tembak Cibungbulang.
"Untuk fungsi jenis granat itu memang merupakan senjata kaliber berat 40 milimeter dengan jarak 50 sampai 250 meter. Amunisi untuk senjata SPG," kata Nofy, kepada wartawan, Jumat (15/2/2019).
"Yang jelas granat yang ditemukan itu barang sisa latihan. Untuk standar operasional prosedur (SOP) latihan, pasca berlatih harus dilakukan sterilisasi dan penyisiran, mungkin itu terlewatkan," tambahnya.
Nofy pun mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal maupun luka atas peristiwa tersebut. Kekinian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Detasemen Peralatan (Denpal) dan kepolisian untuk penyelidikan kasus ini.
"Langkah-langkah dari Korem, mendatangin TKP dan koordinasi dengan pihak kepolisian, kemudian kami mengantar korban hingga proses pemakaman juga memberikan santunan terhadap korban. Kami juga imbau warga menemukan barang militer untuk menyerahkan ke aparat terkait, jangan dibawa pulang atau disimpan untuk itu tidak boleh," tutupnya.
Sebelumnya, tiga anak menjadi korban ledakan granat GLM di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis 14 Februari 2019 kemarin. Dua anak diantaranya bernama Muhammad Mubarok (10) dan Muhammad Doni meninggal dunia akibat ledakan itu.
Sementara, temannya Khoirul Islami (10) selamat dan masih dirawat di RSUD Leuwiliang. Granat tersebut diketahui diambil mereka dari area Lapangan Tembak milik TNI AD, kemudian dimainkan sehingga meledak.
Kontributor : Rambiga
Baca Juga: Ini Asal Usul Julukan Godzilla untuk Mobil Nissan GT-R
Berita Terkait
-
Ledakan Granat Bogor, Puslabfor Bareskrim Polri Olah TKP
-
Pemkot Bogor Janji Kasih Santunan ke Anak Korban Ledakan Granat
-
5 Fakta di Balik Ledakan Granat di Bogor, Ada 2 Anak Tewas
-
Granat Meledak di Kawasan Militer Tewaskan Anak, TNI: Warga Dilarang Masuk
-
Sabu Oplosan di Bogor Lebih Berbahaya Dibanding yang Asli
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang