Suara.com - Seorang bayi berumur 9 bulan bernama Septi berhasil selamat dari musibah longsor yang menelan empat korban jiwa di Kampung Ciapuspermeha, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Warga sekitar Kosasih (55), mengatakan longsor tersebut terjadi Jumat (15/2/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Kosasih mengaku sempat mendengar teriakan para korban kala masih berada di bengkel.
"Kejadiannya pas hujan semalem, saya lagi di bengkel denger rame minta tolong. Saya deketin, tahunya rumah itu udah rata sama tanah kena longsor," katanya, kepada Suara.com, Sabtu (16/2/2019).
Kosasih bersama warga sekitar langsung berupaya menyelamatkan orang yang ada di dalam rumah tersebut. Tidak lama mencari, dia melihat Septi bersama ibunya Haryanti (33) dalam kondisi selamat.
"Pertama saya temuin itu bayi (Septi) sama ibunya. Mereka selamat di dalam kamar, bayinya wajahnya penuh pasir. Posisinya si ibunya sambil meluk anaknya gitu langsung saya angkat," jelas Kosasih.
Perlahan, mereka mulai kembali menemukan korban lainnya di ruangan berbeda. Proses evakuasi yang berjalan hampir tiga jam itu pun berjalan dramatis di bawah guyuran hujan dengan peralatan seadanya.
"Suaminya (Asep) selamat juga, dia muncul dari deket tangga berusaha keluar longsoran. Kalau korban yang lain ada di kamar ketiga, saya sama warga pakai cangkukl semalam evakuasinya," paparnya.
Atas peristiwa tersebut, empat orang yakni Nurhayanti (60), Imelda (13), Dea (8), dan Wildan (3) meninggal dunia tertimpa material longsor. Sementara, lima lainnya Santi (27), Hariyanti (33), Septi (9 bulan) dan Asep (35) mengalami luka-luka.
"Di rumah itu isinya ada 9 orang, empat meninggal, empat lagi selamat termasuk si bayi dan satu lagi Dani (35) dia posisinya lagi di luar rumah," tutupnya.
Baca Juga: 200 Anggota Paspampres Amankan Debat Capres, Minggu Besok
Kontributor : Rambiga
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?