Suara.com - Ahmad Faisal (35), korban ledakan di Mal Taman Anggrek mengaku sempat mendengar peringatan dari petugas keamanan agar segera menyelamatkan diri sebelum terjadi ledakan. Namun, bukannya kabur, Faisal malah mendekati lokasi ledakan yang berada di lantai 4 Mal Taman Anggrek.
Dia mengaku sempat mencium bau gas sebelum ada ledakan. Peristiwa ledakan itu terjadi saat Faisal yang berprofesi sebagai pramusaji sedang bersiap untuk memulai pekerjaannya.
"Sekitar 5 menit sebelum meledak ada bau gas dan security nyuruh lari. Tapi saya gak langsung lari, kan saya gak tau kalo bakal meledak. Ujar Faisal di Rumah Sakit Royal Taruma Daan Mogot, Jakarta Barat Kamis (21/02/2019)
Seolah tak peduli dengan rasa sakit akibat ledakan itu, Faisal lari bersama pengunjung mal yang sedang panik. Begitu sampai di luar lokasi kejadian, Faisal mendapatkan perawatan dan sampai akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Royal Taruma yang berdekatan dengan Mal Taman Anggrek.
"Abis saya lari dari ledakan, pas diluar sempet diobatin. Baru saya dibawa sama pihak mal ke rumah sakit," ujar Faisal didampingi istrinya saat menjalani rawat inap.
Faisal mengalami luka pada bagian kaki yang sudah dijahit. Selain itu terdapat juga luka kecil di bagian kepala.
Diketahui, terjadi ledakan di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Rabu (20/2/2019). Ledakan yang diduga terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu berasal dari salah satu gerai makanan yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. (Fakhri Fuadi).
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam