Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai pemerintah kekinian kerap memboroskan dana anggaran negara.
Bahkan, saking geregetan, Prabowo mengakui sempat tidak setuju Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Meski sempat menolak, Prabowo mengakui orang-orang Indonesia menyukai sesuatu yang terkesan mewah.
"Saya termasuk yang kurang setuju Indonesia menyelenggarakan asian games. Saya termasuk," kata Prabowo dalam acara dialog silahturahmi bersama komunitas kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Namun, Prabowo akhirnya tetap mendukung jalannya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang setelah ada keputusan resmi.
Sebagai pemimpin Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), Prabowo merasa bangga karena cabang olah raga pencak silat turut menyumbangkan 14 medali emas.
"Saya dulu pemimpin pencak silat juga, dan kita alhamdulilah menyumbang medali emas yang terbanyak untuk Asian Games," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo sempat membandingkan Indonesia dengan Vietnam. Negara itu seharusnya menjadi tuan rumah Asian Games 2018.
Namun, karena ditolak warganya, tuan rumah Asian Games 2018 diberikan kepada Indonesia.
Baca Juga: SBY Angkat AHY Pimpin Kampanye Menangkan Partai Demokrat di Pemilu
Menurut Prabowo, hal itu menunjukkan Vietnam memilih untuk lebih fokus pada pertumbuhan ekonomi, juga pelayanan rumah sakit dan pertanian.
"AG 2018 harusnya giliran Vietnam, tapi mereka menolak. Dia mau fokus untuk ekonominya. Dia fokus untuk rumah sakit, untuk pertanian dan ingat orang Indonesia ini seneng dengan hal-hal yang wah.”
Berita Terkait
-
Prabowo Akan Kurangi Anggaran untuk Jalan-jalan Jika Jadi Presiden
-
Anggap Pimpinan Daerah Tak Netral, BPN Usul Kotak Suara Titip ke TNI
-
Pertemuan Trump - Kim Jong Un di Vietnam Berakhir Tanpa Kesepakatan
-
Polisi Lepaskan Tembakan ke Arah Kericuhan Dekat Lokasi Kampanye Prabowo
-
Kisah Cinta Tak Kesampaian Prabowo dengan Seorang Perawat
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Jalankan Instruksi Prabowo, Kemnaker Siap Perluas Program Magang ke Luar Negeri
-
Siasat Ngirit KSAU: Pesawat Tempur Latihan Sambil Patroli, Hemat BBM Tanpa Kurangi Pengawasan
-
Kronologi AS-Iran Kembali Memanas Gegara Ulah Israel, Gencatan Senjata Gagal?
-
Kemnaker Usul Tambah Kuota Program Magang 2026 hingga 150 Ribu Orang
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
-
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar, Bantah Terima Dana Rp50 M di Kasus Ijazah Jokowi
-
AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten
-
Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?
-
DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS