Suara.com - Nasib Doan Thi Huong, perempuan Vietnam yang dituduh membunuh Kim Jong Nam—saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un—berbeda dengan Siti Aisyah.
Kejaksaan Malaysia menolak permintaan pemerintah Vietnam untuk membebaskan Doan Thi Huong setelah Siti Aisyah dibebaskan dari semua tuduhan kasus tersebut.
"Mengacu pada permintaan perwakilan pada tanggal 11 Maret kepada jaksa agung, kami mendapat perintah untuk melanjutkan kasus Doan,” kata ketua jaksa penuntut Muhammad Iskandar Ahmad kepada Pengadilan Tinggi di Shah Alam, Kamis (14/3/2019).
Seperti diberitakan Channel News Asia, pemerintah Vietnam telah mengajukan permohonan kepada Malaysia agar Doan turut dibebaskan.
Permohonan itu diajukan pada Senin (11/3) awal pekan ini, setelah Malaysia memutuskan membebaskan Siti Aisyah dari semua tuntutan pembunuhan Mim Jong Nam.
Huong dan Aisyah dituduh membunuh Kim Jom Nam dengan mengolesi wajah lelaki itu memakai racun syaraf VX, di Bandara Kuala Lumpur, Februari 2017.
Kamis hari ini, Doan mengenakan rompi antipeluru dan jilbab merah di pengadilan Malaysia, di mana dia telah diadili selama satu setengah tahun terakhir atas pembunuhan tersebut.
Dia terisak-isak ketika penolakan itu diumumkan. Dengan penuh air mata ia mengatakan kepada awak media: “Saya tidak marah bahwa Siti telah dibebaskan. Hanya Tuhan yang tahu, bahwa saya dan Siti tidak melakukan pembunuhan.”
"Saya ingin keluarga saya berdoa untuk saya," tambahnya.
Baca Juga: Makan Banyak Tapi Nggak Kenyang-Kenyang, Mungkin Ini Alasannya!
Duta Besar Vietnam untuk Malaysia, Le Quy Quynh, mengatakan kepada wartawan saat menghadiri pengadilan itu, "Saya sangat kecewa karena pengadilan tidak membebaskan Doan.”
"Kami akan meminta Malaysia bersikap adil dan membebaskannya sesegera mungkin."
Siti dan Doan selalu membantah melakukan pembunuhan. Keduanya menyatakan ditipu oleh mata-mata korut untuk melakukan pembunuhan ala Perang Dingin menggunakan racun syaraf untuk acara lelucon televisi.
Proses pengadilan untuk Doang dijadwalkan Senin pekan depan. Agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup