Suara.com - Lelaki misterius menggelar aksi seorang diri di sekitar Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, yang merupakan arena debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3).
Pria itu berambut gondrong, memakai kaos berwarna biru, serta celana jins, membawa satu poster yang dibentangkan di dekat Hotel Shangri La.
Poster yang dibawa lelaki itu bertuliskan: Kupikir, Indonesia butuh Pemimpin yang bisa membawa bangsa ini melampaui bangsa Yahudi.
Debat keempat Pilpres 2019 akan diselenggarakan di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (31/3) malam. Untuk memantapkan acara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar gladi resik di lokasi.
Gladi resik berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Adapun sejumlah pihak yang berpartisipasi pada debat nantinya ikut dalam gladi resik tersebut.
"Gladi resik dengan para pihak untuk memastikan bahwa persiapan debat keempat dapat dilaksanakan sesuai rencana," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Wahyu mengungkapkan, sejauh ini KPU belum menemukan kendala berarti dalam persiapan menjelang debat.
Namun, ada perubahan waktu yang akan dijalankan pada debat, yakni waktu pada sesi debat keempat dan kelima.
Wahyu menjelaskan, pada debat ketiga yang sudah terselenggara, pembagian waktu bagi kandidat berbicara di sesi keempat masing-masing diberi waktu delapan menit.
Baca Juga: Hamil Anak Ketiga, Ayu Dewi Bikin Kaget Suami Hingga Banting Amplop
Setelah mendapatkan evaluasi, nantinya delapan menit tersebut akan diberi patokan di mana masing-masing capres berbicara dua menit dan bergantian.
"Masing-masing kandidat diberi kesempatan bicara 2 menit. Kandidat berikutnya 2 menit sehingga delapan menit itu terbagi adil. Masing-masing mendapat alokasi waktu 4 menit.”
Tema debat yang akan dibahas ialah ideologi, pemerintah, pertahanan/keamanan, dan hubungan internasional. Nantinya debat akan diikuti oleh Capres nomor urut 1 dan 2, yakni Jokowi – Prabowo Subianto, dan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB.
Berita Terkait
-
Sebelum ke Lokasi Debat, Prabowo Akan Salat Magrib di Kertanegara
-
Sandi Akan Nonton Debat Prabowo Vs Jokowi Sebentar, Setelah Itu Matikan TV
-
Jokowi Bakal Jawab Soal Pembubaran HTI Jika Disinggung di Debat Malam Nanti
-
Saat Debat dengan Jokowi, Sandiaga Pastikan Prabowo Tak Tampil Menyerang
-
Pengamanan Debat Capres Dibuat 4 Ring, 5.000 Anggota TNI - Polri Dikerahkan
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga
-
Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas
-
Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak