Suara.com - Nasib mengenaskan menimpa seorang bayi 3 bulan di sebuah mal di Dongguan, China. Ia tewas setelah terlepas dari gendongan ibunya dan jatuh dari eskalator.
Sebuah rekaman yang kini viral menunjukkan, seorang ibu menggendong bayinya ketika menuruni eskalator. Ia juga membawa anak sulungnya, yang berdiri di dekatnya.
Baru mengambil dua langkah dan berada di eskalator selama 3 detik, wanita itu kehilangan keseimbangan dan miring ke kiri. Putranya yang masih bayi pun jatuh dari gendongannya, terjun dari lantai 3 ke lantai dasar.
Setelah itu, si ibu dan anak sulungnya bergegas menuju lantai dasar, tetapi saat dicek, napas korban sudah berhenti dan dia benar-benar tidak bergerak. Dua anggota keluarga korban itu lantas menangis di tempat kejadian.
Petugas kemudian bergegas memberikan pertolongan, tetapi nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi. Korban insiden pada Sabtu (30/3/2019) itu meninggal dunia.
Pihak berwenang setempat masih melakukan penyelidikan dan mengatakan bahwa kasus itu tampaknya hanya sebuah kecelakaan yang mengerikan dan terjadi tanpa ada unsur kesengajaan.
Berita Terkait
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan