Suara.com - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah buka suara dengan kasus AKP Sulman Aziz menyampaikan klarifikasi terkait pengakuannya yang sempat menyebut Polres Garut tidak netral di Pemilu 2019.
Sulman pun memberikan klarifikasi dan mengaku emosi saat membuat pernyataan itu. Dalam cuitan di akun twitternya, Fahri membandingkan kasus tersebut dengan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet.
Fahri menilai, kasus Sulman Aziz begitu cepat berlalu seusai eks Kapolsek Pasirwangi itu meminta maaf. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Ratna, yang kini ditahan terkait penyebaran hoaks di media sosial.
"Seorang polisi berbohong bahwa ada mobilisasi dukungan Polri ke Petahana Capres 01, gempar jagad Indonesia. (Lalu ngaku salah dan minta maaf). Kasus selesai, bebas! Seorang Ratna berbohong dipukul preman, gempar berita. (Lalu ngaku salah dan minta maaf). Kasus lanjut, ditahan!" tulis Fahri dalam akun twitter @Fahrihamzah, Selasa (2/4/2019).
Diketahui, pada Minggu (31/3/2019), AKP Sulman Aziz membuat pengakuan terkait dirinya, yang dimutasi ke Polda Jawa Barat hingga tak lagi menjabat Kapolsek Pasirwangi.
Menurut pengakuan Sulman, ia dan seluruh kapolsek di Garut, Jawa Barat diperintahkan oleh sang kapolres untuk memenangkan pasagan nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Jika tidak berhasil, berdasarkan keterangan Sulman, maka kapolsek akan dimutasikan. Namun demikian, AKP Sulman telah mencabut pernyataannya terkait Kapolres Garut menginstruksikan pemenangan terhadap Jokowi-Ma'ruf.
Berita Terkait
-
3,6 Juta Kertas Suara Pemilu 2019 Mulai Didistribusikan di Kota Bogor
-
Menlu Disebut Kampanyekan Jokowi, Kemenlu Tak Akan Laporkan Rizieq Shihab
-
Jelang Pemilu 2019, Facebook Hadirkan Fitur Candidate Info
-
Ditantang, Yunarto Wijaya Siap Pindah ke Negara Komunis Jika Prabowo Menang
-
Persoalan Geografis Jadi Hambatan Sosialisasi Pemilu 2019 di Luar Negeri
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi