Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Selasa, 02 April 2019 | 15:49 WIB
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

Suara.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) belum ada rencana untuk melaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke pihak kepolisian terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Padahal, Menlu Retno Marsudi sebelumnya dituding meminta perwakilan luar negeri di Arab Saudi untuk memenangkan pasangan Jokowi - Ma'ruf di Pemilu 2019.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal menegaskan, tudingan Rizieq Shihab tersebut tidak benar. Ia menilai klarifikasi yang telah disampaikan Kemenlu sudah cukup.

"Enggak ada (rencana melaporkan). Saya kira klarifikasi yang kami sampaikan ini sudah memadai yang penting publik tahu bahwa apa yang disampaikan (Rizieq Shihab) itu tidak benar," kata Lalu di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

Lalu kemudian menduga tudingan yang ditujukan kepada Retno karena Rizieq Shihab memperoleh informasi yang keliru.

"Mungkin beliau tidak berbohong, tetapi Mungkin beliau mendapatkan informasi yang tidak benar sehingga beliau menyampaikan itu," ujarnya.

Sebelumnya, Rizieq Shihab menuding elite-elite partai politik pengusung Jokowi - Ma'ruf Amin telah menghubungi beberapa Ketua TPS di Arab Saudi.

Rizieq Shihab menyebut mereka menelepon Ketua TPS di Arab Saudi dan menawari sejumlah uang dengan syarat memastikan surat suara di TPS tersebut tercoblos pada pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Selain itu Rizieq juga menuding kedatangan rombongan Menteri Luar Negeri Retno Masrsudi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) untuk mengajak memilih pasangan capres nomor urut 01.

"Sangat kita sesalkan beberapa waktu yang lalu Menlu datang ke Saudi Arabia, kemudian melakukan pertemuan, baik di KBRI maupun di KJRI, selanjutnya Menlu tanpa malu-malu, tanpa sungkan-sungkan, secara terang-terangan mengajak para staf dan seluruh pekerja yang ada di KBRI maupun KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01, yaitu Jokowi," ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, seperti diakses Suara.com pada Senin (1/4/2019).

"Ini sangat kita sesalkan karena apa yang disampaikan oleh Menlu tersebut bernada ancaman dan itu sangat merisaukan seluruh staf maupun para pekerja dan pegawai yang ada di KBRI dan KJRI," Rizieq menambahkan.