Suara.com - Sebuah speedboat alias perahu cepat berpenumpang lima hilang kotak di Perairan Maluku Tenggara. Speeboat tersebut berangkat dari Pulau Fador Kabupaten Maluku Tenggara menuju Kota Tual sejak Senin (1/4/2019). Namun hingga Rabu (3/4/2019) belum juga tiba di kota tersebut.
“Melaporkan kondisi membahayakan jiwa manusia speedboat dengan jumlah penumpang lima orang hilang kontak, speedboat rute Pulau Fador Kabupaten Maluku Tenggara ke Kota Tual,” kata Kepala Basarnas Ambon Muslimin, seperti diwartakan Terasmaluku.com--jaringan Suara.com, Rabu (3/4/2019).
Muslimin menjelaskan, pihaknya mendapat informasi hilang kontaknya speedboat tersebut dari pegawai Dinas Kesehatan Kota Tual, Mommy, pagi tadi.
“Pihak keluarga korban sudah melakukan pencarian dari Selasa (2/4/2019) siang hingga sore hari namun hasil nihil. Kami baru mendapat laporan Rabu pagi,” kata Muslimin.
Muslimin mengatakan setelah mendapat informasi, KN. SAR 242 Bharata milik Basarnas langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian speedboat tersebut sejak Rabu (3/4/2019) pukul 07.30 WIT.
Ia menduga koordinat speedboat berada pada 5°59.904′ S – 132°0.928′ E. Belum diketahui pasti penyebab hilang kontak speedboat tersebut.
Berita Terkait
-
Penumpang Speed Boat Hilang Kontak, Basarnas Ambon Terjunkan Tim Penyelamat
-
Speedboat Hantam Pohon di Sumsel, Empat Penumpang Tewas
-
Lion Air Jatuh, Pengamat Penerbangan : Menukik ke Kiri Tak Wajar
-
Pertamina Pastikan Jatuhnya Lion Air Jauh dari Anjungan Blok ONWJ
-
Kominfo Imbau Tak Sebar Hoaks dan Foto Korban Jatuhnya Lion Air
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan
-
7 Fakta Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 804 Warga Mengungsi
-
Pakar Teknik Ingatkan Program Gentengisasi Prabowo Tak Bisa Dipukul Rata
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian