News / Metropolitan
Kamis, 04 April 2019 | 12:21 WIB
Ilustrasi ruang sidang DPRD DKI Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia atau PSI menilai kinerja DPRD DKI Jakarta selama lima tahun terakhir buruk karena tidak berperan baik dalam bidang penganggaran. Salah satu yang menjadi sorotan PSI adalah program revitalisasi lima taman di Ibu Kota.

PSI menyoroti program revitalisasi lima taman di DKI Jakarta yang mencapai dana Rp 145 miliar. Dana itu bahkan lebih besar dari program pencegahan banjir dalam bantuan gubernur yang diajukan Pemkot Depok ke Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 48 miliar.

Soal revitalisasi itu, PSI menyebut anggota dewan dinilai memutuskan tanpa melihat secara rinci mengenai konsepnya.

“Apa yang dilakukan para anggota DPRD yang seperti itu kurang dapat mengelola anggaran yang efektif dan efisien. Saya rasa, anggota DPRD mesti detail, tahu konsep dan teknisnya. Ini uang rakyat, semuanya harus dipertanggungjawabkan,” kata Juru Bicara DPW PSI DKI, Andi Anggana dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Kamis (4/4/2019.

Andi menegaskan, DPRD DKI Jakarta harus disorot lebih tajam lagi mengingat pantauan banyak pihak masih tertuju ke politisi senayan.

“DPRD DKI Jakarta ini penting. Di sana, tahun 2019 ini, ada Rp 89,08 triliun di APBD. Itu uang rakyat, mesti kita lihat alokasinya untuk apa saja. Ini penting, karena Ibu Kota Indonesia,” imbuh Andi.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan merevitalisasi lima taman pada tahun ini dengan dana anggaran sebesar Rp 145 miliar. Ada pun lima taman yang akan direvitalisasi adalah Taman Puring, Taman Tugu Tani, Taman Mataram, Taman Langsat, dan Taman Tebet.

Load More