Suara.com - Menjadi Wali Kota South Bend, Indiana dalam usia 37 tahun, dan juga seorang homoseksual, kini dia tengah meretas jalan untuk menjadi Presiden Amerika Serikat pada Pilpres 2020.
Ia adalah Pete Buttigieg, politikus milenial Partai Demokrat AS. Pete berhasrat menjadi presiden gay termuda dan terbuka pertama di AS.
Untuk itu, Pete tengah berkampanye agar bisa memenangkan setapak jalan menuju Gedung Putih, yakni konvensi capres dari Partai Demokrat.
Kalau lolos dalam konvensi itu, tahun depan, Pete akan bertarung melawan capres petahana dan juga kontrovesial: Donald Trump.
Pada era awal menjadi wali kota, Pete merupakan sosok yang tak dikenal secara luas oleh publik AS. Namun, sejumlah wawancara dirinya dengan stasiun televisi CNN, membuat Pete mendapat pujian dari banyak pihak.
Media-media massa, seperti diberitakan The Guardian yang dikutip Suara.com, Kamis (4/4/2019), membuat artikel mengenai jati diri Pete Buttigieg.
Mulai dari kisahnya yang mendapat beasiswa Rhodes sehingga mampu lulus dari Harvard University, dan kiprahnya saat masih menjadi anggota Angkatan Laut AS dan bertugas di Afghanistan.
Eks Presiden AS Barrack Obama, tahun 2016, bahkan menyanjung Pete sebagai pemimpin masa depan Partai Demokrat dan juga negeri Paman SAM.
Sejak Maret 2019, Pete mulai bergerilya mengumpulkan dukungan agar bisa menjadi kontestan konvensi capres dari Partai Demokrat.
Baca Juga: Catat! Ini Tanggal Kick-off Liga 1 Musim 2019
Ternyata, langkahnya itu mendapat dukungan publik. Tak butuh waktu lama, Pete mampu mengumpulkan dukungan dari 65.000 orang.
Tapi itu baru permulaan. Sebab, seperti biasa, peserta konvensi capres Demokrat selalu diikuti oleh politikus-politikus senior dan beken.
"Apa yang bisa saya tawarkan? Anda bisa lihat wajah saya, itulah pesan saya," kata Pete Buttigieg saat menjadi bintang tamu dalam program televisi Morning Joe.
Pete melontarkan pertanyaan tersebut layaknya Presiden AS era perang dingin, John F Kennedy, yang mengartikulasikan ingin mengubah generasi muda negeri tersebut.
Selain ingin mengubah paras pemerintahan AS menjadi milenial, Pete diyakini dipoles oleh tim suksesnya untuk menjadi lawan tangguh bagi Trump dari Partai Republik.
Pete disebut-sebut akan menawarkan kebijakan yang lebih ramah terhadap kaum imigran—berbeda dengan Donald Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik