Suara.com - Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan suara dari ormas Islam FPI terbagi dua untuk Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Terkait hal itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga menilainya sebagai sesuatu yang kontradiktif.
Wakil Ketua BPN Prabowo – Sandiaga, Priyo Budi Santoso menilai tidak masuk akal jika suara pemilih dari ormas muslim kini terbagi rata antara Prabowo dan Jokowi. Pasalnya, selama ini kubu Jokowi seringkali menuduh kalau Prabowo banyak didukung oleh ormas Islam garis keras. Akan tetapi kini dalam survei, ormas Islam yang dimaksud malah disebut mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
“Enggak masuk di akal. Mereka gusar pada isu (garis keras) sampai menuding kelompok garis keras berada di belakang Prabowo, tapi mereka mengklaim pemilih muslim ada di mereka. Ini kan kontradiktif," kata Priyo di kawasan Stadion GBK, Jakarta, Kamis (4/4/2019).
Terkait dengan hasil survei tersebut, Priyo juga menegaskan tidak ada pengaruh sama sekali dengan suara dari pemilih ormas Islam. Apalagi menurutnya, selama ini sejumlah lembaga survei telah menjadi konsultan politik bagi individu ataupun kelompok.
“Enggak khawatir, karena kita enggak ngefek. Kami ketahui sejumlah lembaga survei sudah jadi tim hore. Jadi, 1.001 malam dirilis pun tidak mempengaruhi jaringan kami,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA merilis hasil survei elektabilitas capres - cawapres berdasarkan kategori organisasi masyarakat Islam di Indonesia. Hasilnya, pemilih dari salah satu organisasi Islam yakni FPI dilaporkan memilih Capres petahana Joko Widodo atau Jokowi sebesar 41,2 - 47,6 persen, dan yang memilih Prabowo Subianto sebesar 52,4 - 58,8 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Chat Rizieq, BPN Prihatin Melihat Cara Yusril Cari Muka ke Penguasa
-
Jokowi Hanya Kalah Wibawa dari Prabowo dalam Survei LSI Denny JA
-
Survei LSI Denny JA: Jokowi dan Prabowo Kebagian Suara FPI
-
Hasil Survei LSI Denny JA, Jokowi - Maruf Masih Unggul Dua Digit
-
Prabowo Menangis Kantungi Rp 50 Ribu di Jas, Ada Kisah Haru di Baliknya
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar