Suara.com - Beredar kabar undangan kepada jurnalis media cetak, elektronik maupun online yang tertulis berasal dari Partai PKS. Undangan tersebut bertujuan untuk mempersilahkan kepada para wartawan menanyakan tentang website dukungpoligami.com milik PKS.
Namun, pantauan suara.com di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan, ternyata tidak ada agenda konferensi pers tersebut. Undangan tersebut merupakan berita bohong atau hoaks.
Undangan yang mulai beredar sejak Jumat (5/4/2019) pukul 14.00 WIB ini ditanggapi serius oleh berbagai media massa. Di lokasi, banyak wartawan dari berbagai media yang menjadi korban undangan hoaks tersebut.
Menurut petugas keamanan DPP PKS, M Ali, terhitung sudah 8 jurnalis dari berbagai media yang tertipu undangan itu. Ali menyebut para wartawan sudah mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB.
"Sudah dari tadi mas pukul 15.00 WIB. Sudah ada delapan yang dateng pada pulang lagi pas sampai sini," ujar Ali di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).
Ali mengatakan wartawan yang datang sebelumnya berasal dari beberapa lokasi yang cukup jauh seperti Rawamangun. Ali menyebut ada juga yang rela menggunakan jasa ojek online (ojol) untuk mendatangi kantor DPP PKS itu.
"Iya kasihan tadi pada jauh-jauh sudah datang. Barusan tadi cewek naik ojol ketipu juga," jelas Ali.
Suara.com sudah mencoba menelepon Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dan Ketua DPP PKS Leida Hanifa untuk mengkonfirmasi situs itu. Namun sampai sore ini belum juga diangkat.
Website dukungpoligami.com yang menjadi pembahasan dalam undangan tersebut setelah dicek suara.com ternyata benar adanya. Pada laman website terpajang lambang partai PKS dan kalimat ajakan mendukung poligami yang tertulis "Mari Ikut Mendukung Poligami Bersama PKS".
Baca Juga: Iklan Kampanye PKS Dinilai Menstigma Penyandang Disabilitas Mental Diprotes
Tampilan website terlihat sederhana serta dipasangi berbagai poster. Poster yang dipasang mulai dari foto Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tokoh-tokoh PKS, foto poligami, dan kader atau relawan PKS yang mendukung poligami. Di website tersebut juga bisa mendaftarkan diri untuk mendukung poligami dengan mengisi formulir.
Berita Terkait
-
Iklan Kampanye PKS Dinilai Menstigma Penyandang Disabilitas Mental Diprotes
-
PKS Foto di Pintu Masuk Hogwarts Dicibir, Tifatul Sembiring Marahi Warganet
-
Bahas Jatah Menteri, Ketua DPP Demokrat: Kita Berjuang Dulu Pak Hashim
-
Soal Kartu Sakti Jokowi, Mardani Ali Sera: Kartu Prakerja Bullshit
-
PKS Disebut Vox Populi Tak Bakal Lolos ke DPR, Nur Wahid: Saya Kasih Award
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya