Suara.com - Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Fadli Zon mengomentari soal orasi Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Fadli menerangkan bahwa penguasa lah yang menjadi pelakunya.
Menurut Fadli, bahwa penguasa menjadi pelaku 'pemerkosa' Ibu Pertiwi lantaran kebijakan-kebijakan yang selama ini diterapkan untuk memimpin bangsa Indonesia. Fadli menyoroti soal BUMN yang selalu menjadi 'sapi perah' oleh penguasa.
"Yang memperkosa, ya pasti penguasa lah. Kan yang membuat kebijakan-kebijakan itu kan penguasa. Kita kan bukan penguasa. Dan memang menurut saya lihat saja, termasuk BUMN pun menjadi sapi perah dan ini menurut saya satu bukti nyata," kata Fadli di kawasan Cipinang Cipedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019).
Seharusnya, kata dia, BUMN bisa menjalankan tupoksinya untuk mensejahterahkan masyarakat. Namun akan tetapi menurutnya BUMN malah gagal menjalani tupoksinya itu.
"Bahkan saya lihat BUMN itu menggerogoti APBN. Di era pemerintahan pak Jokowi ini gagal total itu," katanya.
Orasi Prabowo itu sempat mendapat komentar dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Luhut tidak sepakat kalau Ibu Pertiwi sedang diperkosa karena Indonesia merupakan negara yang besar dengan sumber daya alam yang sangat kaya.
"Indonesia negara besar dengan sumber daya alam yang hebat. Pertumbuhan kita bagus. Jadi kalau orang bilang Ibu Pertiwi diperkosa mungkin diperkosa dia kali," kata Luhut usai menghadiri acara peluncuran program 1 Juta Nelayan Berdaulat di Telkom Hub, Jakarta, Senin (8/4/2019).
Menanggapi komentar Luhut, Fadli menilai wajar, karena posisi Luhut yang saat ini berada di barisan penguasa. Terlebih Fadli kemudian menuding Luhut menjadi 'sopir' Jokowi karena meskipun bertugas sebagai menteri Kemenko Maritim, namun Luhut terlihat aktif membantu Jokowi dari berbagai aspek.
"Pak luhut saya kira ya penguasa harus membela kepentingannya. Tapi kan pak Luhut ini juga seorang menteri kemaritiman yang bisa ngatur sana sini segala macam. Dia kayak the real president saja. Tapi kayaknya dia yang nyetir Jokowi itu," pungkasnya.
Baca Juga: Bawaslu: Kampanye Jokowi dan Prabowo Masih Banyak Libatkan Anak
Untuk diketahui, Prabowo mengungkapkan ia muak dibohongi oleh pemerintah. Ia menyebutkan ribuan aset milik rakyat dirampok.
“BUMN kebanggaan rakyat, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok,” katanya seperti diberitakan Harianjogja.com—jaringan Suara.com.
Prabowo juga menyebut elite-elite di Jakarta sebagai bajingan. Hal itu disampaikannya saat berorasi di acara kampanye akbar di Stadion Kridosono, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/4/2019).
“Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang elite di Jakarta seenaknya merusak negara ini. Mereka adalah, boleh enggak saya bicara agak keras di sini? Tinggal 10 hari lagi nih. Mereka adalah bajingan-bajingan," kata Prabowo.
Berita Terkait
-
Kampanye di Yogyakarta, Prabowo Bawa Pulang Rp 39 Juta dan Singkong
-
1 Juta Pendukung di GBK Diragukan TKN, Fadli Zon: Kalkulasi Pakai Drone
-
KPK Klarifikasi Kebocoran Anggaran, Fadli Zon: Mungkin Ditegur Penguasa
-
Fadli Zon Luncurkan Buku Kumpulan Puisi Ada Genderuwo di Istana
-
KPK Ungkap Klaim Kebocoran Rp 2.000 Triliun Prabowo, Apakah Benar?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta