- Serangan udara pada 18 Maret 2026 di ladang gas South Pars/North Dome diduga melibatkan Israeli Air Force dan AS.
- Serangan tersebut mengakibatkan gangguan 12 persen produksi gas Iran serta menghentikan operasi dua kilang besar.
- Ladang gas bersama Iran dan Qatar ini menyimpan hampir seperlima cadangan gas dunia dan berdampak pada pasar energi global.
Suara.com - Ladang gas raksasa South Pars kembali jadi sorotan dunia setelah serangan udara mengguncang fasilitas energi vital tersebut.
Ladang yang terletak di Teluk Persia ini dikenal sebagai cadangan gas alam terbesar di planet ini dan dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.
Serangan pada 18 Maret 2026 disebut melibatkan Israeli Air Force dengan koordinasi Amerika Serikat.
Dampaknya signifikan, sekitar 12 persen produksi gas Iran terganggu, sementara dua kilang besar berhenti beroperasi.
Kementerian Perminyakan Iran menyatakan sejumlah fasilitas rusak dan kebakaran sempat terjadi.
“Api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa,” tulis pernyataan resmi, meski beberapa fase produksi terpaksa dihentikan untuk mencegah penyebaran kerusakan.
Awal Penemuan Ladang Gas South Pars
Ladang ini ditemukan pada 1990 oleh National Iranian Oil Company dan dikelola oleh anak usahanya, Pars Oil and Gas Company.
Sejak awal, proyek ini menghadapi berbagai kendala teknis seperti kandungan sulfur tinggi, serta masalah kontrak dan politik.
Baca Juga: Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
Kondisi tersebut membuat pengembangan South Pars berjalan lebih lambat dari target awal.
Produksi gas baru dimulai pada 2002 melalui fase kedua dengan kapasitas awal 1 miliar kaki kubik per hari.
Gas kemudian dialirkan ke darat dan diproses di fasilitas energi di Assaluyeh, pusat industri gas utama Iran.
Pusat Energi Dunia
South Pars/North Dome bukan sekadar ladang gas biasa. Dengan estimasi 1.800 triliun kaki kubik gas, kawasan ini menyimpan hampir seperlima cadangan gas yang bisa diproduksi di dunia.
Sebagian wilayahnya, South Pars, berada di perairan Iran, sementara North Dome dikuasai Qatar.
Berita Terkait
-
Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
-
Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri
-
AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini
-
Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran
-
Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bibit Siklon Tropis 94W Pemicu Hujan Lebat di Wilayah Sumatera
-
Marselino Ferdinan Bakal Main Lawan Vietnam? John Herdman Bilang Begini
-
9 Karakter Anime dengan Kisah Masa Lalu Paling Kelam, Ada Akaza hingga Guts
-
Akal Bulus Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Lolos dari Jeratan Narkoba, Tapi Gagal
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah