News / Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 14:35 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan ada lagi serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Teluk Persia setelah Iran membalas dengan menyerang fasilitas gas di Qatar. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden Trump menjamin Israel tidak akan menyerang lagi South Pars Gas Field setelah Iran menyerang fasilitas gas di Qatar.
  • Serangan terhadap ladang gas terbesar dunia ini memicu kekhawatiran krisis energi global, menaikkan harga minyak mentah Brent.
  • Trump mengancam akan menghancurkan South Pars secara total jika Teheran kembali melakukan serangan terhadap instalasi energi Qatar.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan ada lagi serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Teluk Persia setelah Iran membalas dengan menyerang fasilitas gas di Qatar.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan terhadap infrastruktur energi yang memicu kekhawatiran krisis global.

Trump mengatakan Israel tidak akan kembali menargetkan South Pars Gas Field, ladang gas terbesar di dunia yang menjadi sumber utama energi Iran.

Namun ia juga mengancam akan menghancurkan seluruh fasilitas tersebut jika Teheran kembali menyerang instalasi gas milik Qatar.

“Amerika Serikat, dengan atau tanpa persetujuan Israel, akan menghancurkan seluruh ladang gas South Pars dengan kekuatan yang belum pernah disaksikan Iran,” kata Trump dalam pernyataan di media sosial seperti dilansir dari AFP.

Serangan terhadap lokasi tersebut menandai eskalasi baru dalam perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.

Donald Trump (tengah) [White House]

Setelah serangan itu, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 5 persen hingga sekitar 108 dolar per barel.

Sementara minyak West Texas Intermediate juga menguat, didorong kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan akan mengganggu pasokan energi global.

Sebelumnya, Pemerintah Iran menyatakan fasilitas energi di ladang gas terbesar dunia, South Pars Gas Field, menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel di tengah perang yang terus memanas di Timur Tengah.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran di zona energi Asaluyeh, provinsi Bushehr, yang merupakan pusat produksi gas utama Iran.

Televisi pemerintah Iran mengutip pejabat setempat yang menyebut proyektil menghantam fasilitas di kawasan ekonomi energi South Pars.

Tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk mengendalikan api di kompleks yang memasok sebagian besar kebutuhan gas domestik negara itu.

Media Iran juga melaporkan gelombang serangan baru terjadi di beberapa wilayah lain, termasuk Teheran, Lorestan, Hamedan, dan Fars.

Dalam salah satu serangan di kota Dorud, sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Kontributor: Azka Putra

Load More