Suara.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil akan mengumpulkan para keluarga petugas KPPS atau Kelompok Peneyelenggara Pemungutan Suara di Jawa Barat yang meninggal saat dan seusai bertugas pada pemilu 2019. Pertemuan akan dilakukan, Selasa (23/4/2019) besok.
Ridwan Kamil mengatakan hingga saat ini pihaknya belum dapat menyebut berapa anggaran yang disiapkan untuk santunan kepada mereka. Namun kalau tidak ada anggaran pemerintah, Ridwan Kamil siap mengeluarkan dana operasional gubernur.
"Insya Allah rencananya besok saya akan mengundang keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia, termasuk yang sakit dan TNI serta Polri yang bertugas," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Senin (22/4/2019).
"Jadi ada santunan dan penghargaan, nilainya besok. Penghargaan akan diberi di waktu yang lebih afdol. Santunan hanya untuk yang berpulang," lanjut Ridwan Kamil.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, santunan untuk petugas KPPS yang meninggal itu tak bisa menggunakan dana APBD. Akan tetapi, kata Iwa, pihaknya akan tetap mencari cara lain agar santunan tetap diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemprov Jabar kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Untuk hal itu sudah ada pembahasan, dari sisi anggaran yang ada kan belum disiapkan karena aturannya tidak ada," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Update KPU: 90 Petugas KPPS Meninggal, 374 Orang Sakit dalam Tugas
-
Enam Jam Usai Melahirkan, Ketua PPS Ini Langsung Pantau Distribusi Pemilu
-
Bawaslu Blitar Temukan KPPS Buka Kotak Suara Tak Sesuai Prosedur
-
Adrianus Capek Jaga TPS, Pulang ke Rumah, Tidur dan Tak Bangun-bangun
-
Cerita Petugas KPPS Stroke, Buta, sampai Meninggal saat Kawal Pemilu
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional