Suara.com - Orang tua Muhammad Arik Alfiki (19) alias MA, warga Kelurahan Nunang Daya bangun, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh yang ditangkap tim cyber Mabes Polri pada Senin (22/04/2019) membantah anaknya melakukan percobaan ilegal ingin meretas website KPU RI.
Menurut keluarga, Arik hanya berupaya memperingati tim IT KPU RI karena menemukan Bug Open Redirection yang terbuka dan menjadi celah untuk dibobol.
“Anak saya bukan berniat untuk membobol website KPU. Tetapi untuk menolong. Terjadi mis komunikasi antara anak saya dengan tim IT KPU yang berujung pada penangkapan anak saya oleh tim Cyber Mabes Polri," kata orang tua Arik, Dedi Hendri melalui akun Facebook pribadinya yang diunggah, Rabu (24/04/2019) pagi sebagaimana dilansir Covesia.com (jaringan Suara.com).
Dijelaskannya, tanggal 1 April 2019 Arik menemukan ada celah yang terbuka pada server KPU RI dan hal tersebut langsung disampaikan kepada tim IT KPU. Tetapi tidak mendapatan respon.
Kemudian tanggal 2 April 2019 Arik memberitahukan hal ini kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI dan mendapatkan balasan tanggal 3 April 2019. Dalam balasan tersebut, BSSN berterima kasih kepada Arik telah memberikan informasi penting ini.
Keesokan harinya, tanggal 4 April 2019 BSSN meminta identitas diri Arik dan diberikannya melalui email bantuan70@bssn.go.id. Di tanggal 11 April 2019, BSSN membalas email Arik yang menyebutkan celah pada Bug Open Redirection yang dimaksud Arik sudah diperbaiki dan sudah aman dari aksi pembobolan.
Usai mendapatkan balasan dari BSSN ini, Arik merasa apa yang telah ia temukan tersebut sudah aman dan tidak ada melakukan penetration testing pada wwebsite KPU RI. Namun, karena banyak informasi adanya upaya hacker luar negeri yang mencoba membobol Website KPU RI, Arik mencoba melihat lagi temuannya sebelumnya tanggal 18 April 2019 malam.
Saat itulah, tim IT KPU RI mendapati aktivitas Arik dan melaporkannya ke Mabes Polri tangal 19 April 2019. Hal inilah yang menjadi alasan Tim Cyber Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap Arik pada Senin (22/04/2019) di rumah sepupunya di Parik Rantang, Kota Payakumbuh.
“Saya harap informasi yang sekarang beredar menganggap anak saya sebagai orang yang membobol website KPU RI. Hal tersebut tidak benar karena anak saya punya niat membantu. Ini dibuktikan keseriusan anak saya untuk memperingati tim IT KPU RI dan SBBN,” katanya.
Baca Juga: Coba Retas Website KPU, Pemuda 19 Tahun di Payakumbuh Ditangkap Polisi
Dedi juga meminta pada masyarakat agar tidak membully anaknya karena akan disayangkan kemampuan yang dimiliki oleh Arik akan redup. Padahal Arik memiliki segudang prestasi di bidang IT dan sudah mengantongi pengakuan dari beberapa perusahaan IT dunia yang dibuktikan dengan berbagai sertifikat.
Berita Terkait
-
Coba Retas Website KPU, Pemuda 19 Tahun di Payakumbuh Ditangkap Polisi
-
Publik Diminta Melapor Jika Temukan Kesalahan dalam Realcount di Situs KPU
-
Setelah Viral di Twitter, KPU Ralat Peroleh Suara Prabowo di Dumai
-
Terungkap Alasan Situs KPU Sulit Diakses
-
Bejat! Oknum Guru SD Cabuli Belasan Murid di Ruang Kepala Sekolah
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT