Suara.com - Politisi Demokrat Andi Arief menyebut Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi telah melakukan blunder karena memparodikan salam "siap presiden" dan keceplosan soal Islam garis keras.
Menurut Andi, dua poin itu sudah pas menjadi salah satu syarat untuk mendorong masyarakat melakukan people power.
Andi mengungkapkan apabila melihat kepada teori people power, masyarakat Indonesia sudah bisa melakukannya. Apalagi, kata ia, masyarakat sudah biasa melakukannya sejak 2017 melalui aksi melibatkan massa yang besar.
"Dalam teori people power, sebetulnya sudah cukup syarat. Setidaknya, puluhan kali rakyat protes ketidakadilan 2017 sampai hari ini dengan massa besar," ujar Andi melalu akun Twitternya @AndiArief__ pada Senin (29/4/2019).
Kemudian Andi pun meminta Jokowi untuk tetap bijak, baik sebagai capres ataupun pemimpin negara saat ini. Hal itu diminta Andi lantaran ia menilai jika Jokowi kini tengah blunder.
Poin pertama yang disinggung Andi ialah video parodi "siap presiden" yang dibuat oleh para elite Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin. TKN Jokowi - Maruf Amin menyalami Jokowi sambil mengucapkan "siap presiden".
Dua kata itu sempat viral dalam video yang menunjukkan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat tengah menyalami purnawirawan TNI/Polri yang tergabung ke dalam Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR). Saat sedang melakukan salam hormat, para purnawirawan itu mengucapkan "siap presiden" ke Prabowo.
"Pak Jokowi harusnya tidak demonstratif dan blunder seperti video siap presiden, ditambah keceplosan Islam garis keras. Bijaklah," cuitnya lagi.
Baca Juga: BPN Prabowo Geram Elite TKN Sapa Jokowi Siap Presiden
Berita Terkait
-
Rencana Pemindahan Ibu Kota, Andi Arief: Jawabannya Ada di Laut Jawa
-
TKN Tanya Alasan Prabowo Dipanggil Presiden, Ini Jawaban BPN
-
Hingga Selasa Pagi, Prabowo Tertinggal 10,23 Juta Suara dari Jokowi
-
Jokowi Pilih Pindahkan Ibu Kota Negara ke Luar Pulau Jawa, Ini Alasannya
-
Video Siap Presiden Jokowi Viral, Adian Napitupulu Bilang Begini
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah