Suara.com - Bertepatan dengan masuknya bulan Ramadan 1440 H yang jatuh pada hari ini (6/5/2019), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan kebijakan istimewa pada bulan ramadan.
Kebijakan ini berupa diperbolehkannya pengguna untuk makan dan minum di dalam rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) pada jam berbuka puasa.
“Pemberlakuan aturan ini merupakan bentuk toleransi kepada pengguna jasa KRL yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, agar pengguna jasa dapat leluasa berbuka di tengah perjalanannya menggunakan KRL. Pengguna diperbolehkan makan dan minum mulai waktu berbuka hingga satu jam setelahnya,” jelas Vice President Corporate Communication PT KCI, Anne Purba dalam keterangannya, Senin (6/5/2019).
Bersamaan dengan pemberlakuan aturan ini, petugas yang berjaga di dalam KRL maupun di stasiun turut berperan aktif memberikan informasi kepada para pengguna bila waktu berbuka puasa telah tiba.
PT KCI mengimbau agar pengguna tetap menjaga ketertiban, kebersihan,dan kenyamanan KRL dengan menghindari makanan yang berbau menyengat dan makanan berat terutama saat waktu berbuka tiba, serta menyimpan dan membuang sampah bekas makanannya sampai stasiun tujuan.
PT KCI juga tetap akan membagikan takjil gratis di enam stasiun seperti Jakarta Kota, Juanda, Gondangdia, Cikini, Sudirman, Tanah Abang secara bergantian di Tanggal 15-17 Mei 2019.
Paket takjil berupa makanan kecil (snack) dan minuman untuk berbuka puasa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal