Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Safari Ramadan pada Ramadan 1440 Hijriah. Nantinya akan ada acara buka bersama di 223 titik di Ibu Kota.
Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta, Hendra Hidayat mengatakan acara ini akan dimulai Rabu (8/5/2019) besok hingga akhir bulan Mei 2019 mendatang. Namun untuk lokasi penyelenggaraan masih menunggu persetujuan dari Gubernur Anies Baswedan.
"Safari Ramadan dari tanggal 8 sampe tanggal 31 Mei itu terakhir di pulau seribu. Awalnya dari Jakarta Selatan tapi jadwalnya masih dicoret bapak (Gubernur Anies) mungkin sore ini bapak sudah selesai," kata Hendra saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Hendra menuturkan, program Safari Ramadan ini akan menggelar berbagai kegiatan seperti buka puasa bersama di 223 RW, Tarawih Keliling, Tarawih Akbar, Nuzulul Quran, dan Majelis Rasulullah.
"Ada buka puasa bersama, Tarawih keliling. Jadi buka puasa, Salat Magrib habis itu salat Isya, langsung tarawih keliling. Nanti ada juga tarawih akbar tangggal 11 Mei di Masjid lstiqlal, Gambir, Jakarta Pusat dengan penceramah Habib Ahmad al-Kaff," ungkap Hendra.
Untuk bukber di 223 RW dilaksanakan selama 15 hari dari tanggal 13 sampai dengan 27 Mei 2019. Kegiatan itu digelar dengan menggandeng Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan didukung oleh Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta.
"Jadi nanti saat Tarawih akbar itu juga ada kegiatan buka puasa bersama. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan makanan berbuka puasa untuk 10.000 orang di Masjid lstiqlal dan untuk 250 orang Forkopimda. Pimpinan Ormas dan Lembaga Keagamaan serta tamu VIP lainnya di Balaikota," jelasnya.
Sementara peringatan Nuzulul Qur’an akan digelar bersamaan dengan kegiatan Final Festival Bedug pada hari Rabu (29/5/2019).
"Selasa tanggal 21 Mei 2019, Majelis Rasulullah akan melaksanakan kegiatan Malam Nuzulul Qur’an di Kawasan Monumen Nasional Jakarta Pusat," tutup Hendra.
Baca Juga: Ini Alasan Banyuwangi Layak Gantikan Jakarta Sebagai Pusat Pemerintahan
Berita Terkait
-
10 Kontainer Bawang Putih Asal China Masuk Jakarta
-
Anies Ulang Tahun ke - 50 Hari Ini, Sandiaga Kasih Kue Kering OK OCE
-
Ibunda Anies Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit, Mendadak Tak Bisa Gerak
-
Larang Warga Main Petasan Selama Ramadan, Polisi Akan Lakukan Razia
-
Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Anies Ungkap Kondisi Terkini Ibundanya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat