Suara.com - Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, terlibat adu argumen dengan Rais Syuriah Pemimpin Cabang Nahdlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen atau kerap disapa Gus Nadir.
Persoalan berawal dari cuitan Hidayat Nur Wahid yang membandingkan petisi setop izin ormas FPI dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Awalnya, Hidayat Nur Wahid melakukan wawancara dengan awak media terkait petisi setop izin FPI. Dalam wawancara itu, Hidayat Nur Wahid membandingkan petisi FPI dengan OPM.
Ia mencurigai mengapa hingga kini tidak ada petisi untuk membubarkan OPM. Padahal, selama ini FPI selalu menegaskan memberikan dukungan terhadap NKRI dan penegakan hukum di Indonesia.
Hal ini menuai komentar dari Gus Nadir. Melalui akun Twitter miliknya @na_dirs, Gus Nadir sempat tak percaya bila Hidayat Nur Wahid membandingkan FPI dengan OPM yang tidak terdaftar secara resmi sebagai organisasi di pemerintahan.
"Ini beneran syekh @hnurwahid bilang begini? Syekh, OPM itu tidak terdaftar resmi di pemerintahan RI, gimana mau dibubarkan?" kata Gus Nadir seperti dikutip Suara.com, Jumat (10/5/2019).
Gus Nadir juga menyebut keberadaan OPM justru harus diperangi karena memiliki tujuan merebut NKRI. Menurutnya, membandingkan petisi FPI dengan OPM merupakan qiyas ma'al fariq.
"Yang terjadi malah diperangi karena mau merebut wilayah sah NKRI. Jadi, afwan, Syekh mau mengqiyaskan OPM dengan petisi pembubaran FPI itu qiyas ma'al fariq," ungkap Gus Nadir.
Tak lama, Hidayat Nur Wahid membalas cuitan Gus Nadir. Ia berterima kasih atas cuitan Gus Nadir tersebut.
Baca Juga: Petisi Setop Izin FPI Diteken 291 Ribu Orang, Kalahkan Petisi Tandingan
Namun ia tak terima dengan penjelasannya dan tetap bersikeras dengan argumennya.
"Trims untuk tabayyun-nya Prof @na_dirs. Dan tentu antum paham, selain 'qiyas ma'al fariq', ada juga 'qiyas al-aulawiy'," jawab Hidayat Nur Wahid.
"Kalau FPI yang legal, tak bunuh TNI, polisi dan warga sipil, tak perjuangkan separatisme seperti OPM saja dibuatkan petisi, apalagi untuk OPM. Tapi kok enggak ada petisi untuk OPM?" imbuh Hidayat Nur Wahid.
Balasan dari Hidayat Nur Wahid tersebut tidak dikomentari lebih lanjut oleh Gus Nadir. Gus Nadir hanya mengunggah ulang cuitan tersebut.
Namun, perdebatan mengenai petisi FPI yang dibandingkan dengan OPM ini menjadi sorotan warganet. Banyak warganet menilai Hidayat Nur Wahid sudah salah dalam membandingkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru