Suara.com - Seorang pria berusia 21 tahun nekat mengakhiri hidup setelah dilarang sang ayah untuk ganti kelamin.
Dikabarkan The Times of India, Senin (13/5/2019), ia bunuh diri di Desa Manali, distrik Tiruvallur, Tamil Nadu, India. Alasannya, ayah korban menolak keinginannya untuk menjalani operasi ganti kelamin.
Polisi mengatakan, Parthasarathy, putra Gajendran, adalah penduduk Virugambakkam, Chennai, Tamil Nadu.
Disebutkan juga, pemuda bergelar sarjana itu menganggur dan tidak kunjung mencari pekerjaan meskipun terus didesak ayahnya.
Menurut keterangan polisi, keluarga mengatakan, ada perubahan dari perilaku korban, seperti tidak bergaul dengan teman-temannya dan banyak menghabiskan waktu hanya di dalam rumah.
Korban kemudian sempat menyatakan keinginannya untuk menjalani operasi penggantian kelamin, tetapi ditolak sang ayah.
Karena kesal, korban pun meninggalkan rumah tiga hari yang lalu dan tinggal di rumah seorang wanita tua.
Gajendran, yang mengetahui bahwa putranya tinggal bersama sekelompok orang dari komunitas transgender di Manali, datang mencarinya pada Jumat (10/5/2019) malam. Namun, Parthasarathy menolak untuk pulang.
Lalu ketika Gajendran mengatakan akan kembali menemuinya di hari berikutnya, Parthasarathy cemas dan malah nekat bunuh diri.
Baca Juga: Duh, Lucinta Luna Keceplosan soal Isu Ganti Kelamin
Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Tag
Berita Terkait
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
Kemenkes Nilai Baliho 'Aku Harus Mati' Berisiko di Tengah Lonjakan Kasus Bunuh Diri
-
Viral Banner Aku Harus Mati, Psikiater Ingatkan Risiko Trigger Bunuh Diri di Ruang Publik
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?