Suara.com - Hendardi, pendiri Setara Institute terpilih menjadi salah satu Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK pada periode jilid kelima yang telah dikeluarkan Presiden Joko Widodo.
Hendardi pun masih belum dapat menyampaikan kriteria atau calon pimpinan KPK seperi apa yang akan terpilih nantinya. Sebab, dia beralasan masih perlu berkoordinasi dengan para pansel lainnya terpilih.
Bagi Hendardi, para Pansel yang terpilih ini pastinya akan memilih Calon pimpinan KPK yang terbaik.
"Pada prisipnya kita mencari putra-putri indonesia terbaik ya, untuk duduk menjadi pimpinan KPK," kata Hendardi kepada Suara.com, Jumat (17/5/2019).
Menurut Hendardi, menjadi Pansel Calon Pimpinan KPK sebagai tugas yang berat dan penuh tanggung jawab.
"Ini tugas yang berat tugas yang mulia, sekaligus saya kira begini untuk Pemberantasan Korupsi sendiri ini menjadi amanat ya, amanat reformasi. Salah satunya yang paling penting juga karena ini adalah musuh bersama kita yang harus diperangi," ujar Hendardi
Hendardi menambahkan bahwa memang korupsi di Indonesia salah satu yang cukup berat. Maka itu, Pansel yang dibentuk langsung Presiden Jokowi untuk memilih orang -orang terbaik di Indonesia.
"Karena itu saya kira pansel ini ditugaskan untuk memilih orang-orang. Yang terbaik kami tentu harapannya tidak salah pilih," tutup Hendardi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend